Bayu Firdaus, anggota Divisi Dakwah Digital Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MT PDM) Sidoarjo, mencatatkan sejarah di ajang CRM Award VI 2025 yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada (13–16/11/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan PWM Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah.
Dalam ajang yang dihadiri utusan PWM, PDM, dan PRM se-Indonesia tersebut, Bayu Firdaus berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dari dua kategori berbeda. Pada kategori Lomba TikTok, ia meraih Juara Harapan mewakili Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Sidoarjo. Sementara pada kategori Lomba Vlog, Bayu berhasil membawa pulang Juara 3, kembali atas nama Masjid Ar-Royyan.
Dakwah Digital
Bayu menyampaikan bahwa prestasi tersebut tidak lepas dari dukungan penuh pengurus takmir, jamaah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam tim media Masjid Ar-Royyan.
“Prestasi ini adalah hasil kerja bersama. Masjid Ar-Royyan membuktikan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam melibatkan generasi muda melalui dakwah digital,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa media sosial kini menjadi sarana dakwah yang efektif karena mampu menjangkau jamaah dalam skala luas, bahkan hingga ke luar negeri.
“Takmir masjid perlu memberikan ruang kepada generasi muda. Mereka dekat dengan dunia digital dan energinya bisa diarahkan untuk kegiatan positif di masjid,” tambahnya.
Ketua Divisi Dakwah Digital MT PDM Sidoarjo, Rozaq Akbar, turut mengapresiasi prestasi tersebut.
“Keberhasilan Bayu di lomba TikTok dan Vlog menjadi bukti bahwa dakwah masa depan membutuhkan keberanian, kreativitas, dan kecerdasan untuk mengemas pesan agar mampu menembus algoritma,” ungkap Rozaq.
Rozaq juga menekankan bahwa dakwah digital merupakan keterampilan penting bagi kader Muhammadiyah masa kini.
“Kader hari ini tidak cukup hanya pandai berpidato. Mereka harus luwes berdakwah di ruang digital,” imbuhnya.
Prestasi Bayu Firdaus dinilai mencerminkan komitmen kuat dalam menghadirkan konten dakwah yang kreatif, inspiratif, dan relevan. Karya-karyanya dianggap mampu menyampaikan pesan dakwah secara segar dan komunikatif, serta memberi dampak positif bagi generasi muda.
“Semoga Allah memberkahi setiap langkah dakwah yang bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan ruhnya,” pungkas Rozaq. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments