
PWMU.CO – Judul Skripsi Marah dalam Al-Quran dan Psikologi (Kajian Lafaz Ghayẓ dan Ghaḍab Perspektif Sayyid Quṭb dan Psikolog Paul Ekman) yang ditulis oleh Rizka Nigtadecha Daratista, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan dinyatakan lulus setelah diujikan dalam forum Munaqasyah Risalah Jami’iyah di Lantai 2 Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Sabtu (24/5/2025).
Mahasiswi kelahiran 22 Maret 2003 ini mempertahan skripsinya di hadapan sidang skripsi dengan penguji satu, Muhammad Arwani Rofi’i Lc MAg dan penguji dua, Ulfatul Halimah SAg MAg, dan Pimpinan Sidang Gondo Waloyo SAg MA.
Dalam presentasinya, penulis memaparkan tentang emosi marah yang merupakan bagian dari dinamika psikologis manusia dan dapat berpengaruh besar terhadap perilaku sosial, termasuk tindakan destruktif seperti kekerasan di jalan raya.
“Penelitian ini merupakan penelitian library research yang bertujuan untuk mengkaji makna lafaz ghayẓ dan ghaḍab dalam al-Quran melalui Tafsir Fī Ẓilāl al-Qurān karya Sayyid Quṭb, serta meninjau korelasinya dengan teori emosi dasar dari Paul Ekman,” ungkap mahasiswi semester 8 dan berkacamata minus ini.
Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah pendekatan tafsir tematik dan analisis psikologis terhadap empat ayat terpilih yang memuat lafaz ghayẓ (QS. Al: Hajj: 15 dan QS. Al-Fath: 29) dan ghaḍab (QS. Al-Baqarah: 90 dan QS. Al-A’raf: 150).

Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaz ghayẓ lebih dominan berasosiasi dengan ekspresi mikro dan halus, mencerminkan emosi internal yang ditekan, sementara ghaḍab lebih cenderung terlihat dalam ekspresi makro, mewakili emosi yang telah melampaui ambang batas dan tampak jelas secara fisik.
“Penafsiran Sayyid Qutb memperkuat pemahaman bahwa ekspresi wajah tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga mengandung dimensi spiritual dan sosial dalam konteks al-Quran,” pungkas alumnus Madrasah Aliyah (MA) Al-Ishlah Sendangagung tahun 2021 ini.
Nampak wajah tegang di raut wajah mahasiswi asli Mejero Sendangagung ini manakala dicerca bermacam pertanyaan dan komentar dari penguji satu dan penguji dua dalam sidang yang disaksikan puluhan rekan seangkatan di STIQSI Lamongan.
Namun, pertanyaan demi pertanyaan dijawab dan dijelaskan oleh penulis dengan argumentasi dan paparan yang mantap dan meyakinkan, sehingga tak ada waktu yang tersisa untuk terdiam atau mati gaya di hadapan forum yang terhormat ini.
Usai sidang skripsi ini, nampak wajah penulis berubah cerah dan berseri-seri setelah mendengar skripsinya dinyatakan lulus dengan revisi oleh dua penguji dan keputusan ini dibacakan oleh pemimpin didang yang sekaligus pembimbing skripsi.
Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi foto bersama dengan selempang warna hitam bertulis warna silver dengan tulisan berbahasa Arab nama penulis skripsi dan logo STIQSI Lamongan. Selamat dan sukses untuk Rizka Nigtadecha Daratista! (*)
Penulis Gondo Waloyo Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments