Di tengah keprihatinan terhadap masalah sampah, muncul sebuah inisiatif luar biasa dari seorang siswi sekolah dasar (SD) yang berhasil mengubah sampah menjadi berkah. Kalilla Ossa, siswi kelas VI SD Al-Kautsar Kota Pasuruan, menginisiasi gerakan unik bernama Trashure Hunter.
Nama tersebut merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu trash (sampah) dan treasure (harta karun), yang bermakna “Pemburu Harta Karun dari Sampah”.
Kalilla menyadari bahwa sampah sering kali dianggap remeh, padahal bisa memiliki nilai lebih. Berangkat dari kesadaran tersebut, ia memulai gerakan yang mengajak teman-temannya untuk tidak sekadar membuang sampah, tetapi juga mengolahnya.
Dalam perjalanannya, Kalilla menghadapi berbagai rintangan, namun semangatnya tak pernah surut. Ia mendapatkan dukungan penuh dari Ustazah Tia, guru kelas II yang menjadi mentornya, untuk membangun bank sampah di sekolahnya.
Melalui Trashure Hunter, Kalilla memperkenalkan konsep “sedekah sampah” kepada teman-temannya. Para siswa diajak untuk membiasakan diri memilah dan mengumpulkan sampah anorganik.
Sampah-sampah ini kemudian disetorkan ke bank sampah yang ia kelola. Setiap sampah yang terkumpul dianggap sebagai sedekah, dan hasil penjualannya akan disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Gerakan ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Hasil penjualan sampah yang terkumpul dari para siswa secara rutin disalurkan kepada tukang becak, marbot masjid, dan masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, Kalilla dan teman-temannya tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial.
Keberhasilan Trashure Hunter membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama bisa dimulai dari hal-hal kecil. Kalilla Ossa, sang “bocah pahlawan sampah”, menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa usia bukanlah penghalang untuk berbuat kebaikan dan menciptakan perubahan.





0 Tanggapan
Empty Comments