Kegiatan buka bersama (bukber) yang digelar Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Ponpes Al-Ishlah (IKPI), Kamis (6/3/2026), memantik semangat para peserta untuk merancang agenda yang lebih besar. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghimpun dan merangkul keluarga besar Al-Ishlah, khususnya para alumni yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur.
Meski berlangsung di tengah guyuran hujan lebat disertai angin kencang pada sore hingga malam Jumat, bertepatan dengan 17 Ramadan, kegiatan itu justru semakin menguatkan komitmen Pengurus Pusat IKPI untuk menghimpun jaringan alumni Al-Ishlah yang kini tersebar di berbagai daerah bahkan di sejumlah negara.
“Alumni Al-Ishlah dari tahun ke tahun semakin banyak dan menyebar ke berbagai tempat. Setiap tahun jumlah lulusan berkisar 300–400 orang, baik dari SMP Muhammadiyah 12 (Spemudas) Paciran maupun MA Al-Ishlah,” ungkap Aminuddin, M.Pd., alumnus SMPM 12 Paciran tahun 1990 yang kini menjabat Kepala Sekolah Spemudas.
Hal senada disampaikan Habib Chirzin, S.P., alumnus MA Al-Ishlah tahun 2007 yang kini bertugas sebagai staf pengasuhan santri di Al-Ishlah. Menurutnya, jaringan alumni Al-Ishlah telah tersebar hingga mancanegara.
“Penyebaran alumni sudah sampai ke berbagai negara, seperti Libya, Sudan, Mesir, Arab Saudi, Yaman, Pakistan, Jepang, China, Timor Leste, dan Malaysia. Selain itu, mereka juga tersebar di berbagai kota hingga pelosok desa di seluruh Nusantara,” ujarnya.
Alumni Antusias Menyambut Reuni Akbar
Rencana penyelenggaraan Reuni Akbar dalam rangka peringatan empat dasawarsa Al-Ishlah juga mulai mendapat respons dari para alumni. Beberapa di antaranya telah proaktif menanyakan waktu pelaksanaan kegiatan yang diberi tajuk “Back to Kampung Damai Al-Ishlah.”
Vivid Rohmania, alumnus MA Al-Ishlah 2010 yang kini aktif sebagai anggota Departemen Organisasi Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur, menjadi salah satu alumni yang antusias. Melalui pesan WhatsApp, mahasiswi program doktor (S3) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menanyakan rencana pelaksanaan reuni akbar tersebut.
Menurutnya, reuni memiliki makna penting sebagai ajang bertemu kembali dengan teman-teman lama sekaligus merajut kembali kenangan masa sekolah.
“Setiap angkatan bisa menampilkan karya, buku, atau inovasi yang dapat dikontribusikan untuk pondok. Reuni akbar juga bisa menjadi kegiatan rutin, misalnya dengan menghadirkan stan tiap angkatan serta pameran foto atau karya-karya masa sekolah dulu,” ujarnya.
Antusiasme serupa juga disampaikan Azka Faridy Aman, alumnus MA Al-Ishlah 2008 yang saat ini menempuh studi magister (S2) di Arab Saudi. Ia berharap reuni akbar dapat digelar saat dirinya berada di Indonesia.
Pria asal Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan itu berencana pulang ke Indonesia pada kisaran Juli–Agustus tahun ini.
Sementara itu, Solikhin, M.Pd., Wakil Direktur Bidang Akademik di Muallimin Yogyakarta, juga menyambut baik rencana tersebut. Alumnus SMP Muhammadiyah 12 Paciran tahun 1999 asal Magelang itu bahkan langsung menanyakan waktu pelaksanaan agar dapat menyesuaikan jadwal kegiatannya.
“Semoga dengan diselenggarakannya Reuni Akbar Al-Ishlah dapat memperkuat silaturahmi yang telah terbangun. Selain itu juga menjadi ajang berbagi pengalaman serta membangun kolaborasi antaralumni sehingga memberikan manfaat, baik bagi pribadi maupun bagi pondok,” harapnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments