Delapan siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) Paciran menunjukkan prestasi gemilang dalam ajang International Referee Juri 24 Championship di GOR Ken Arok Malang.
Selama tiga hari, Jumat-Ahad (25–27/9/2026), para siswa Mamsaka berjuang menghadapi persaingan di arena pertandingan. Hasilnya, seluruh delapan siswa berhasil membawa pulang medali, terdiri atas empat emas dan empat perak.
Prestasi tersebut menjadi catatan membanggakan bagi Mamsaka. Bukan hanya karena jumlah medali yang diraih, tetapi juga karena setiap medali lahir dari keberanian siswa menghadapi persaingan di arena.
Medali emas pertama dipersembahkan Iftitah Azmi Dzakiroh Al Hasan, siswa kelas XI M-ICO. Ia berhasil meraih Juara 1 Tanding Kelas E Remaja Putri.
Berikutnya, M. Arinal Haqqy dari kelas XI ATCP juga berdiri di podium tertinggi setelah meraih Juara 1 Tanding Kelas L Remaja Putra.
Prestasi emas berikutnya datang dari nomor seni. Moh. Sulthon Firmansyah, siswa kelas XII MIPA, berhasil meraih Juara 1 Seni Kreatif Remaja Putra.
Sementara itu, Moh. Azzam Alfikri dari kelas XII ITCP melengkapi koleksi emas Mamsaka setelah berhasil menjadi Juara 1 Tanding Kelas D Remaja Putra.
Empat gelar juara pertama tersebut menunjukkan konsistensi siswa Mamsaka dalam menghadapi persaingan di berbagai kategori.
Selain empat medali emas, empat siswa Mamsaka lainnya berhasil membawa pulang medali perak.
Nurhila Fatihatur Rohmah, siswa kelas XI ATCP, meraih Juara 2 Tanding Kelas B Remaja Putri.
Kemudian, Seifa Miracle Elia dari kelas XII AGAMA berhasil menempati posisi kedua pada Tanding Kelas C Remaja Putri.
Dari kategori putra, Muh. Alif Adz Dzihni kelas XII MIPA meraih Juara 2 Tanding Kelas C Remaja Putra.
Sedangkan Muh. Ilham Insan Kamil kelas XI ATCP berhasil mempersembahkan medali perak melalui raihan Juara 2 Tanding Kelas B Remaja Putra.
Dengan demikian, seluruh siswa Mamsaka yang turun dalam kejuaraan tersebut berhasil membawa pulang medali.
Prestasi di arena pertandingan tidak hadir dalam waktu singkat. Di balik penampilan para siswa di GOR Ken Arok terdapat proses latihan dan persiapan yang menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.
Bagi para siswa, pertandingan menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman menghadapi kompetitor dari berbagai daerah.
Kemenangan pun bukan sekadar tentang siapa yang berdiri paling tinggi di podium. Bagi siswa yang meraih medali perak, pengalaman bertanding menjadi bagian dari proses untuk terus berkembang.
Begitu pula bagi para peraih emas, gelar juara menjadi tantangan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kemampuan.
Delapan medali yang dibawa pulang dari Malang menjadi buah dari perjalanan mereka. Empat emas dan empat perak menjadi bukti potensi siswa Mamsaka yang terus berkembang, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui olahraga dan seni.
Prestasi tersebut sekaligus menambah deretan catatan pencapaian Mamsaka di berbagai ajang kompetisi.
Dari GOR Ken Arok, para siswa membawa pulang bukan hanya medali, tetapi juga pengalaman, kepercayaan diri, dan semangat untuk kembali berlatih.
Satu podium bukanlah akhir perjalanan. Bagi mereka, kemenangan hari ini menjadi bagian dari proses untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Delapan siswa, delapan medali, satu kebanggaan untuk Mamsaka.





0 Tanggapan
Empty Comments