Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dr. Muhammad Ziyad: Antrean Panjang dan Dominasi Lansia Jadi Tantangan Penyelenggaraan Haji Nasional

Iklan Landscape Smamda
Dr. Muhammad Ziyad: Antrean Panjang dan Dominasi Lansia Jadi Tantangan Penyelenggaraan Haji Nasional
Momen Dr. Muhammad Ziyad, M.Ag. ketika menyampaikan materinya di hdapan para peserta Rakorwil LPHU PWM Jatim (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Antrean panjang dan dominasi jemaah lanjut usia (lansia) masih menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Muhammad Ziyad dalam forum Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Aula Mas Mansur PWM Jatim, Ahad (15/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Muhadjir Effendy selaku Penasihat Khusus Presiden Urusan Haji, Muhammad As’adul Anam selaku Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, serta jajaran pimpinan PWM Jawa Timur, di antaranya Sukadiono, Syamsuddin, dan Sam’un.

Dalam pemaparannya, Ziyad menjelaskan bahwa persoalan antrean haji merupakan problem sistemik yang telah berlangsung lama. Ia mencontohkan, masa tunggu haji di beberapa daerah pernah mencapai puluhan tahun, bahkan hingga 49 tahun.

“Kondisi ini menunjukkan perlunya penataan ulang distribusi kuota secara proporsional agar lebih adil. Masuknya urusan haji ke dalam struktur Kementerian Haji merupakan langkah maju, terutama untuk melakukan penataan distribusi kuota nasional secara lebih proporsional. Sebelumnya, terdapat ketimpangan signifikan.” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (2020-2025).

Menurutnya, sistem redistribusi kuota berdasarkan jumlah pendaftar menjadi langkah penting untuk menciptakan keadilan. Jawa Timur, misalnya, mengalami peningkatan kuota karena jumlah pendaftar yang tinggi.

“Kuota harus mengikuti jumlah pendaftar. Ini merupakan pendekatan rasional dalam sistem antrean nasional,” jelasnya.

Selain antrean, Ziyad juga menyoroti komposisi jemaah haji Indonesia yang didominasi kelompok lansia. Ia menyebut sekitar 65 persen jemaah haji Indonesia merupakan lansia, dan sekitar 25 persen berusia di atas 75 tahun.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Dominasi lansia ini menjadi tantangan serius, terutama dari sisi kesehatan, keselamatan, dan pendampingan. Pada tahun 2024, Indonesia mendapat sorotan dari organisasi kerja sama dunia Islam karena lebih dari 50 persen jamaah haji yang wafat di Tanah Suci berasal dari Indonesia. Salah satu faktor utamanya adalah usia jamaah yang sudah lanjut. Bahkan, terdapat fenomena sebagian jamaah lansia yang memiliki harapan untuk wafat di Tanah Suci, yang dari sisi manajemen keselamatan tentu menjadi tantangan serius,” ujar alumni IAIN Sunan Ampel (kini bernama UINSA).

Menurutnya, tingginya angka jemaah lansia juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, diperlukan sistem pembinaan dan perlindungan yang lebih kuat bagi jemaah.

Ziyad menegaskan bahwa problem antrean dan komposisi usia jemaah harus dipahami sebagai persoalan struktural yang membutuhkan solusi jangka panjang, bukan sekadar pendekatan administratif.

“Penyelenggaraan haji memerlukan sistem yang adil dan pembinaan yang kuat agar jemaah dapat menjalankan ibadah secara aman dan tertib,” tegasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu