SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui dua siswinya dalam ajang Lomba Cipta Cerpen dan Cipta Baca Puisi yang diselenggarakan Cahaya Pena di Atrium Gressmall. Lomba yang telah berlangsung sejak Oktober ini akhirnya mengumumkan para pemenang pada hari ini (20/11/2025).
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan persembahan tari Damar Kurung, Ansambel Angklung dan lagu Selalu Ada di Nadimu. Seluruh hadirin kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Jingle 2P (Pelopor dan Pelapor) secara serentak.
Susunan acara berlanjut dengan sambutan Pimpinan Redaksi Cahaya Pena, Muhammad Sholeh, serta sambutan Kepala SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Dede Idawati, M.Pd. Agenda selanjutnya adalah Talkshow.
Menariknya, sebelum memasuki sesi talkshow, ditampilkan sebuah prolog pada layar berisi pesan Arumi Bachsin, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur yang membahas pentingnya tumbuh kembang anak sebagai rangkaian Peringatan Hari Anak Sedunia.
Prestasi Siswa
Setelah sesi talkshow usai, agenda berlanjut dengan awarding atau pengumuman juara. Pada kesempatan ini, SDMM hadir sebagai undangan khusus setelah dua siswinya diumumkan melalui media sosial Cahaya Pena sebagai Top 10 Finalis pada dua kategori lomba: Nadia Kalila Aldiawan dari Kelas 5 Rocky (Cipta Baca Puisi) dan Franda Adelia Rahma dari Kelas 6 Karimun Jawa (Cipta Cerpen).
Hasilnya, Nadia berhasil meraih Juara Favorit Cipta Baca Puisi se-Kabupaten Gresik melalui karyanya berjudul Ber-sinar yang mengangkat tema seorang anak yang berjuang menggapai impian kecil. Karya tersebut ia selesaikan dalam satu bulan dengan pendampingan intensif tim literasi SDMM.
“Awalnya tidak menyangka jika mendapat juara, tapi aku percaya bahwa perjuangan tidak akan menghianati hasil,” ujarnya.
Sementara itu, Franda meraih Predikat 10 Karya Terbaik Cipta Cerpen Se-Kabupaten Gresik lewat cerpen berjudul Sang Bintang yang mengisahkan seorang anak yang bercita-cita dapat meraih bintang. Proses penulisannya juga berlangsung selama satu bulan. Franda menceritakan bahwa proses yang dilakukan untuk menulis cerpen ini cukup menantang karena harus membuat cerita fiksi yang bertema dunia impian anak.
“Namun, berkat dukungan orang tua dan pendampingan dari ustadz ustadzah akhirnya aku bisa menyelesaikan cerpen itu. Aku mendapat pengalaman yang bermakna,” ungkap Franda.
Prestasi kedua siswi ini menjadi bukti komitmen SDMM dalam keterlibatan peningkatan budaya literasi siswa. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang dan sesi foto bersama para finalis. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments