Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dua Tokoh Muhammadiyah dan Satu Pesantren Terima Anugerah Pesantren Award 2025

Iklan Landscape Smamda
Dua Tokoh Muhammadiyah dan Satu Pesantren Terima Anugerah Pesantren Award 2025
Menteri Agama Prof Nasarudddin Umar (tiga dari kiri) di ajang Malam Anugerah Pesantren Award 2025. Foto> Istimewa
pwmu.co -

Dua tokoh legendaris Muhammadiyah bersama satu pesantren di bawah naungan persyarikatan berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Malam Anugerah Pesantren Award 2025.

Ajang ini menjadi bentuk penghargaan bagi para tokoh dan lembaga pesantren yang telah berkontribusi besar terhadap pendidikan Islam dan kemajuan bangsa.

Dalam kategori Lifetime Achievement, dua nama besar Muhammadiyah dianugerahi penghargaan tertinggi. Mereka adalah KH. AR Fachruddin dan KH. Ahmad Azhar Basyir, dua sosok ulama dan pemimpin besar yang pernah menakhodai Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi mereka dalam memajukan pendidikan Islam, khususnya di lingkungan pesantren, serta peran besarnya dalam membangun karakter umat dan bangsa Indonesia.

Keteladanan KH. AR Fachruddin

KH. AR. Fachruddin, atau yang akrab disapa Pak AR, dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah yang sederhana, bijak, dan rendah hati.

Dia memimpin Muhammadiyah selama lebih dari dua dekade — tepatnya 22 tahun (1968–1990) — menjadikannya pemimpin dengan masa jabatan terlama dalam sejarah persyarikatan.

Pak AR diangkat menjadi Pejabat Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tahun 1968, tak lama setelah wafatnya KH. Faqih Usman.

Dalam masa kepemimpinannya, Muhammadiyah tidak hanya tumbuh sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga semakin kokoh dalam kiprahnya di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah.

Gaya kepemimpinan beliau yang penuh kesederhanaan dan kebapakan membuatnya sangat dicintai oleh warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Dedikasi KH. Ahmad Azhar Basyir

Sementara itu, KH. Ahmad Azhar Basyir dikenal sebagai pemikir Islam yang mendalam dan pembaharu pemikiran keagamaan. Ia memimpin Muhammadiyah sejak tahun 1990 hingga 1994, masa yang relatif singkat namun penuh kontribusi.

Selama kepemimpinannya, Azhar Basyir menekankan pentingnya penguatan intelektual Islam serta relevansi ajaran Islam dengan tantangan zaman modern.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Beliau wafat pada tanggal 28 Juni 1994 dalam usia 66 tahun dan dimakamkan di Pemakaman Umum Karangkajen, Yogyakarta.

Hingga kini, pemikiran dan teladan hidupnya tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya bagi mereka yang menekuni dunia pendidikan Islam.

Selain dua tokoh tersebut, penghargaan juga diberikan kepada Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Garut yang berhasil meraih Anugerah Pesantren Award 2025 dalam kategori Pesantren Transformatif.

Kategori ini diberikan kepada pesantren yang dinilai berhasil melakukan inovasi dan transformasi dalam sistem pendidikan, pengelolaan kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat.

Pesantren Darul Arqom dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang progresif. Dengan semangat dakwah dan tajdid, pesantren ini terus berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keislaman dan keindonesiaan.

Proses penjurian untuk kategori ini berlangsung sejak 7 Juli 2025, melibatkan berbagai pakar pendidikan dan tokoh pesantren dari seluruh Indonesia.

Ketua Dewan Juri Anugerah Pesantren Award 2025, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa seluruh penerima penghargaan tahun ini merupakan sosok dan lembaga yang telah meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia.

“Dari ketulusan mereka, lahirlah keabadian. Mereka bukan hanya guru bagi santri, tetapi juga inspirasi bagi kemanusiaan,” ujar Alissa Wahid dalam sambutannya.

Melalui penghargaan ini, panitia berharap nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan keteladanan para tokoh serta lembaga pesantren terus hidup dalam dunia pendidikan Islam Indonesia.

Anugerah ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga ajakan untuk meneruskan semangat tajdid (pembaharuan) yang telah diwariskan oleh para pendahulu. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu