Para Menteri Luar Negeri dari Arab Saudi, Mesir, Turki, dan Pakistan menggelar pertemuan penting di Islamabad untuk membahas konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta dampaknya terhadap kawasan Timur Tengah.
Pertemuan yang berlangsung pada waktu setempat ini digelar atas undangan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar. Dalam forum tersebut, Pakistan berperan sebagai mediator di tengah memanasnya hubungan antara Washington dan Teheran.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa para menteri akan membahas perkembangan situasi regional dan berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan bersama.
Sejumlah delegasi telah tiba lebih awal. Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, dan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mendarat di Islamabad pada Sabtu (28/3/2026) malam. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, tiba pada Minggu siang.
Selain forum utama, Ishaq Dar juga menggelar pertemuan bilateral dengan masing-masing mitra yang hadir guna memperkuat koordinasi diplomatik.
Dalam perkembangan terbaru, Pakistan semakin menegaskan perannya sebagai penghubung antara Iran dan Amerika Serikat. Islamabad disebut aktif menyampaikan pesan di antara kedua pihak di tengah konflik yang terus berlangsung.
Hubungan Pakistan dengan Teheran telah terjalin lama, sementara kedekatan dengan negara-negara Teluk juga tetap terjaga. Di sisi lain, Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Asim Munir diketahui memiliki hubungan personal dengan Presiden AS Donald Trump.
Meski Iran belum mengakui adanya dialog resmi dengan AS, sumber menyebutkan bahwa Teheran telah menyampaikan respons terhadap rencana 15 poin yang diajukan Trump melalui jalur Islamabad.
Shehbaz Sharif sebelumnya juga mengungkapkan telah melakukan percakapan telepon selama lebih dari satu jam dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, guna membahas upaya diplomasi yang tengah dijalankan.
Pezeshkian pun menyampaikan apresiasi atas peran Pakistan dalam mendorong upaya mediasi untuk menghentikan konflik.
Di sisi lain, langkah positif juga terlihat dari keputusan Iran yang kembali mengizinkan kapal-kapal berbendera Pakistan melintas di Selat Hormuz. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan di tengah ketegangan.
“Dialog, diplomasi, dan langkah-langkah membangun kepercayaan adalah satu-satunya jalan ke depan,” tegas Ishaq Dar dalam pernyataannya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments