Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Empat Tim Guru Smamda Sidoarjo Raih Dua Emas dan Dua Perak di Kompetisi Riset

Iklan Landscape Smamda
Empat Tim Guru Smamda Sidoarjo Raih Dua Emas dan Dua Perak di Kompetisi Riset
Dari kiri ke kanan, Ucik Fauziah, Pratiwi Samsugiarni, dan Moh. Ernam, tim guru Smamda Sidoarjo yang meraih medali perak dalam ajang International Research and Technology Competition (IRTC) yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan FMIPA Universitas Indonesia. (Moh. Ernam)
pwmu.co -

Empat tim guru dan tenaga kependidikan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) meraih prestasi dalam kompetisi riset dan teknologi tingkat nasional serta internasional. Mereka berhasil membawa pulang dua medali emas dan dua medali perak dari ajang yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI).

Kompetisi berlangsung secara daring pada 6 Oktober 2026, sedangkan penganugerahan penghargaan dilaksanakan pada 9 Oktober 2026. Keempat tim mengangkat penelitian di bidang keberlanjutan, pendidikan, dan teknologi.

Dua tim Smamda meraih medali emas dalam ajang National Research and Technology Competition (NRTC).

Tim pertama beranggotakan Alfi Faridian, Lailil Ma’rufah, dan Khotibul Umam. Mereka mengusung penelitian kategori Sustainability Development berjudul Penerapan The CHANGE Project untuk Mengoptimalkan Empati Sosial dan Keterampilan Negosiasi pada Materi Keseimbangan Pasar.

Penelitian tersebut mengintegrasikan tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Sosiologi, dan Ekonomi.

Alfi Faridian mengatakan, pencapaian itu menjadi penyemangat bagi tim untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran.

“Meraih medali emas ini merupakan wujud komitmen saya dan tim sebagai pendidik untuk terus belajar dan berinovasi. Saya berharap karya ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi Smamda serta menjadi inspirasi bagi sesama rekan sejawat untuk terus bereksplorasi,” ujarnya.

Medali emas kedua diraih Suwidiyanti, Elok Kartika Sari, dan Merissa Indah melalui penelitian kategori Pendidikan berjudul STATLAB (Statistics Laboratory) Berbasis Universal Design for Learning (UDL) dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Literasi Statistik Murid.

Penelitian ini berfokus pada pengembangan laboratorium statistik yang menerapkan prinsip Universal Design for Learning (UDL) dan pendekatan pembelajaran mendalam untuk meningkatkan literasi statistik murid.

Salah satu anggota tim mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Persiapan yang terbatas di tengah padatnya rutinitas menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

“Alhamdulillah, bersyukur dan bangga sekali atas pencapaian ini! Jujur, perjalanan kali ini benar-benar menguji adrenalin karena persiapan yang sangat mepet di tengah padatnya rutinitas. Namun, berkat kerja keras tim dan komitmen yang kuat, riset ini akhirnya bisa selesai dan diapresiasi,” tuturnya.

Prestasi Smamda berlanjut pada kompetisi tingkat internasional. Dua tim lainnya masing-masing meraih medali perak dalam kategori Teknologi dan Pendidikan.

Tim kategori Teknologi terdiri atas Silwana Mumthazah, Burhan Auladi, dan Muhammad Mauludi Falahi. Mereka mempresentasikan penelitian berjudul EXAM SMAMDA: Optimizing Technology for Safe and Integrity-Based Digital Assessment.

SMPM 5 Pucang SBY

Penelitian tersebut membahas optimalisasi teknologi untuk mendukung pelaksanaan asesmen digital yang aman dan berintegritas.

Silwana mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian timnya dalam kompetisi internasional tersebut.

“Alhamdulillah, kami merasa sangat senang bisa meraih prestasi di ajang internasional. Insyaallah, kami akan senantiasa meningkatkan kemampuan agar menjadi prestasi yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, tim kategori Pendidikan yang terdiri atas Mohammad Ernam, Pratiwi SamsugiArni, dan Ucik Fauziah meraih medali perak melalui penelitian berjudul AgriMath AR: An Innovation in Augmented Reality-Based Mathematics Learning Media for Arithmetic Sequences and Series in the Context of Food Security.

Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis augmented reality (AR) untuk materi barisan dan deret aritmetika dengan konteks ketahanan pangan.

Ucik Fauziah mengaku bersyukur dapat mengikuti kompetisi internasional untuk pertama kalinya sekaligus membawa pulang penghargaan.

“Alhamdulillah, ini pengalaman pertama saya mengikuti lomba internasional dan alhamdulillah bisa meraih prestasi,” ungkapnya.

Pencapaian empat tim tersebut menunjukkan peran guru dan tenaga kependidikan tidak hanya terbatas pada kegiatan mengajar. Melalui penelitian, mereka juga dapat mengembangkan inovasi yang mendukung proses pembelajaran.

Beragam tema yang diangkat, mulai dari keberlanjutan dan literasi statistik hingga asesmen digital serta media pembelajaran berbasis AR, mencerminkan upaya menghadirkan pembelajaran yang kreatif, relevan, dan bermanfaat bagi murid.

Prestasi ini sekaligus memperkuat budaya kolaborasi dan inovasi di lingkungan Smamda Sidoarjo.

Revisi Oleh:
  • Satria - 12/10/2026 18:18
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu