Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Faisol Tekankan Penguatan Kapasitas Jurnalis Muhammadiyah Hadapi Tantangan Digital

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Faisol Tekankan Penguatan Kapasitas Jurnalis Muhammadiyah Hadapi Tantangan Digital
Faisol Taselan ketika menyampaikan pemaparan (Huda/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Perkembangan media digital menuntut jurnalis Muhammadiyah untuk tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga cermat memverifikasi fakta dan memahami situasi sebelum merespons suatu persoalan.

Hal tersebut disampaikan Faisol Taselan dalam agenda Pelatihan Hukum Jurnalisme Siber yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) bersama Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur serta PWMU.CO pada Jumat (30/10/2026).

Faisol menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM), keterampilan jurnalistik, dan pemahaman terhadap perkembangan media digital menjadi bekal penting bagi kader Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai persoalan di ruang publik. Menurutnya, materi pelatihan perlu diterapkan ketika muncul kasus di daerah masing-masing, terutama yang berkaitan dengan Muhammadiyah.

“Teman-teman, apabila suatu saat terjadi kasus di daerah masing-masing, terutama kasus yang berkaitan dengan Muhammadiyah, saya berharap semua materi di dua hari ini bisa menjadi bekal untuk menentukan langkah yang tepat,” ujar jurnalis Media Indonesia tersebut.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya dalam mendampingi pemberitaan mengenai persoalan masjid Muhammadiyah di salah satu daerah. Persoalan itu berkembang sejak munculnya penolakan hingga akhirnya dibawa ke tingkat PWM Jawa Timur. Pada saat itu, jangkauan media sosial dinilai belum cukup untuk menyampaikan informasi secara luas sehingga diperlukan dukungan melalui berbagai saluran komunikasi.

PWM Jawa Timur, menurutnya, turut memanfaatkan kanal digital seperti YouTube PWMU TV untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pendampingan hukum dan komunikasi dengan pemerintah daerah juga menjadi bagian dari upaya menghadapi persoalan tersebut.

Pengalaman itu memperlihatkan pentingnya kesiapan organisasi dalam merespons persoalan yang berkembang di ruang publik. Strategi komunikasi, menurut Faisol, perlu mempertimbangkan kondisi dan karakter masyarakat di setiap daerah, termasuk situasi ketika Muhammadiyah menjadi kelompok minoritas.

Penguatan SDM dan Keterampilan Jurnalistik

Dalam menghadapi perkembangan media digital, Faisol menilai sumber daya manusia merupakan salah satu faktor utama. Ketersediaan platform digital tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak diimbangi kemampuan mengelola informasi, menulis berita, dan memahami situasi di lapangan.

“Kekuatannya itu ada di SDM,” tegas Tim Ahli Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi PWM Jawa Timur tersebut.

Ia mengingatkan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak selalu disampaikan secara utuh. Potongan video, misalnya, dapat kehilangan konteks dan menimbulkan pemahaman yang berbeda dari peristiwa sebenarnya. Karena itu, jurnalis perlu memeriksa fakta dan menelusuri sumber informasi sebelum menyebarkannya kepada publik.

Faisol juga mengingatkan peserta agar berhati-hati dalam menyikapi tuduhan maupun pernyataan yang beredar di ruang digital, termasuk klaim intimidasi atau persoalan lain yang belum terverifikasi. Informasi semacam itu perlu diperiksa melalui sumber yang dapat dipercaya sebelum dijadikan bahan pemberitaan.

Selain itu, kehadiran para pemengaruh (influencer) di media sosial turut memengaruhi pembentukan opini publik. Dalam kondisi tertentu, kepentingan tertentu dapat memengaruhi informasi yang disampaikan. Jurnalis perlu menjaga independensi, memeriksa konteks, serta membedakan fakta dan opini agar pemberitaan tidak ikut memperluas informasi yang menyesatkan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Menurut Redaktur PWMU.CO tersebut, kemampuan jurnalistik tidak cukup dibangun hanya melalui pemahaman teori. Jurnalis perlu memperbanyak pengalaman lapangan, mengasah kemampuan menulis, dan membiasakan diri mengamati persoalan secara langsung. Dengan demikian, informasi yang disampaikan tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengalaman Lapangan dan Keselamatan Jurnalis

Faisol turut membagikan pengalamannya ketika meliput kerusuhan. Dalam situasi tersebut, kondisi di lapangan berubah dengan cepat hingga ia harus meninggalkan lokasi demi keselamatan diri. Ia menceritakan bahwa pintu tempatnya berada sempat digedor, sementara sepeda motornya mengalami kerusakan dan peralatan liputan tertinggal di dalam.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kerja jurnalistik memiliki risiko yang perlu diperhitungkan. Jurnalis harus mampu membaca situasi, menentukan langkah yang aman, dan tidak memaksakan diri ketika kondisi sudah membahayakan.

Keselamatan perlu menjadi pertimbangan utama dalam setiap peliputan. Keberanian untuk memperoleh informasi harus disertai kemampuan menilai risiko dan mengambil keputusan yang tepat. Dengan memahami kondisi di lapangan, jurnalis dapat menjalankan tugasnya tanpa mengabaikan keselamatan diri.

Selain pengalaman peliputan, Faisol mendorong peserta untuk terus meningkatkan kapasitas melalui kegiatan menulis dan mengikuti kompetisi jurnalistik. Ia menceritakan pengalamannya mengembangkan kemampuan dengan mengikuti lomba karya jurnalistik, termasuk menulis tentang persoalan-persoalan di daerahnya.

“Saya mencoba mengembangkan kemampuan dengan mengikuti lomba karya jurnalistik,” ungkap jurnalis yang juga menjadi Tim Ahli MPID PWM Jawa Timur tersebut.

Menurutnya, konsistensi berlatih merupakan bagian penting dalam meningkatkan kemampuan jurnalistik. Kader Muhammadiyah perlu memanfaatkan berbagai kesempatan untuk menulis, melakukan peliputan, dan mengembangkan keterampilan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi juga mendorong peserta untuk menerapkannya dalam kegiatan jurnalistik sehari-hari. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman, kader diharapkan mampu merespons berbagai persoalan secara tepat sekaligus menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Sekali lagi, mari kita mempersiapkan diri menghadapi dunia digital yang semakin dinamis,” tutur Faisol. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 30/10/2026 21:42
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu