Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMA-SMK Sidoarjo menyelenggarakan seminar pendidikan bertema “Feel Good Learn Better: Menguatkan Well Being dalam Pembelajaran” pada Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Nyai Walidah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo dan diikuti oleh guru serta tenaga kependidikan dari sejumlah sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sidoarjo.
Seminar tersebut menghadirkan motivator pendidikan nasional sekaligus dosen Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Dra. Hj. Umi Dayati, M.Pd. Sekitar 120 peserta dari enam sekolah Muhammadiyah, yang terdiri atas empat SMA dan dua SMK di bawah naungan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo, mengikuti kegiatan sejak pukul 07.30 WIB.
Dalam sambutannya, Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF Sidoarjo, Syaifullah, mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat ibadah serta nilai-nilai Ramadan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan.
“Semoga seluruh pengabdian bapak ibu guru diterima Allah sebagai amal saleh. Nilai-nilai Ramadan seperti disiplin ibadah, kesabaran, dan kebersamaan harus terusu kita lanjutkan, meskipun aktivitas sekolah sudah kembali normal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sikap sabar dalam mendidik siswa sebagai bagian dari implementasi nilai spiritual dalam pembelajaran.
Syaifullah menyampaikan apresiasi kepada Foskam SMA-SMK Muhammadiyah Sidoarjo atas terselenggaranya kegiatan tersebut, serta kepada SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo sebagai tuan rumah.
“Tidak mudah mengumpulkan kepala sekolah beserta guru dan karyawan dalam satu kegiatan. Kami sangat berterima kasih kepada Foskam dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo sebagai tuan rumah,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan program Foskam diharapkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan layanan di lingkungan sekolah, termasuk peran tenaga pendukung.
“Layanan tidak hanya pada guru, tetapi juga pada frontliner seperti satpam, office boy, dan front office. Mereka adalah garda terdepan yang pertama kali menyambut tamu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Syaifullah mengajak para pendidik untuk meluruskan niat dalam mengabdi di sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, orientasi utama pendidikan bukan hanya aspek materi, tetapi juga pembentukan karakter dan keimanan siswa.
“Apa niat kita bergabung di sekolah Muhammadiyah? Jika hanya gaji, itu boleh. Tapi jangan itu yang utama. Tugas kita adalah menanamkan keimanan dan membentuk karakter siswa,” tegasnya.
Dalam konteks tema seminar, ia menjelaskan bahwa konsep well being tidak semata-mata berkaitan dengan aspek materi, tetapi juga keseimbangan antara kebahagiaan lahir dan batin.
“Banyak orang kaya, tapi tidak merasa cukup. Sebaliknya, ada yang sederhana namun hidupnya bahagia. Kita ingin guru dan siswa memiliki kebahagiaan lahir dan batin,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memuliakan siswa melalui pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pembinaan akhlak.
“Tidak cukup hanya mengajar. Kita harus memperbaiki budi pekerti dan memuliakan anak didik kita,” katanya.
Dalam penyampaiannya, Syaifullah mencontohkan bahwa perkembangan sekolah Muhammadiyah merupakan hasil dari proses yang panjang dan kerja sama berbagai pihak.
“Sekolah besar hari ini juga pernah kecil. Kuncinya adalah proses, perubahan, dan kerja sama antara pimpinan dan seluruh guru karyawan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kesejahteraan lembaga pendidikan tidak terlepas dari kesejahteraan seluruh elemen di dalamnya.
Menutup sambutannya, Syaifullah mengajak seluruh peserta untuk menjadikan aktivitas pendidikan sebagai bagian dari amal yang berdampak jangka panjang.
“Kita berharap semua yang kita lakukan tidak hanya berdampak di dunia, tetapi juga menjadi bekal husnulkhatimah di akhirat. Semoga Allah mencatat semua ini sebagai amal ikhlas,” pungkasnya.
Kegiatan seminar ini diharapkan dapat menambah wawasan sekaligus mendorong para pendidik Muhammadiyah untuk menghadirkan pembelajaran yang terarah dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments