Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FKKG Umsida) merintis kerja sama internasional bersama akademisi dari Manipal University Jaipur, India, dan Universitas Jember (Unej), Jumat (16/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kolaborasi. Mulai dari pengajaran, riset, publikasi internasional, hingga joint supervisor.
Kegiatan ini menghadirkan Dr Navneet Kumar Dubey dari Manipal University Jaipur, India, serta Dr drg Agustin Wulan Suci Dharmayanti MDSc dari Universitas Jember.
Rencana Kerja Sama Riset Internasional
Salah satu pembahasan dalam pertemuan adalah peluang kerja sama di bidang pengajaran.
Dr Navneet menyampaikan ketertarikannya untuk turut berkontribusi dalam pengembangan kegiatan akademik di Umsida.
Menurutnya, data klinis yang tersedia dapat dikembangkan menjadi basis penelitian, termasuk penelitian yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di bidang biomedis.
Dr Navneet menyampaikan bahwa data yang tersedia dapat dikembangkan menjadi berbagai topik penelitian sehingga membuka peluang untuk menghasilkan lebih banyak artikel ilmiah.
“Semakin banyak penelitian, semakin banyak ide. Jadi ide adalah sangat penting” katanya.
Sementara itu, Dr Agustin berpendapat bahwa kolaborasi internasional sebagai salah satu peluang untuk meningkatkan nilai proposal penelitian, termasuk dalam pengajuan hibah kompetitif internasional.
Ia juga menawarkan kontribusi dalam proses persiapan proposal penelitian dari lingkungan fakultas maupun departemen terkait.
“Kalau menjadi kolaborasi research itu saya rasa advantage-nya lebih banyak” ujarnya.
Peluang tersebut dapat dikembangkan melalui topik penelitian yang sesuai dengan kepakaran masing-masing pihak.
Salah satu gagasan yang muncul dalam pertemuan berkaitan dengan penelitian maloklusi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi kedokteran dan kedokteran gigi.
Wakil Dekan FKKG Umsida, Dr dr Dzulqarnain Andira MH, menyambut baik peluang kerja sama tersebut.
Ia melihat FKKG Umsida memiliki potensi yang dapat dikembangkan bersama, terutama karena terdapat sejumlah dokter klinis dengan berbagai spesialisasi serta database yang dapat menjadi sumber pengembangan penelitian.
Menurutnya, kolaborasi dengan akademisi dari luar negeri dinilai penting tidak hanya untuk pengembangan penelitian. Tetapi juga dalam mendukung kebutuhan akademik dan akreditasi institusi.
“Jadi saya pikir yang paling penting untuk pertemuan ini adalah salah satunya adalah untuk penelitian dan publisitas yang Dr Navneet sudah katakan sebelumnya. Itu sangat penting untuk kita, untuk kolaborasi internasional untuk penelitian kami dan untuk akreditasi untuk institusi kami” jelasnya.
Peluang Joint Supervisor untuk Pengembangan Akademik
Selain pengajaran dan penelitian, pertemuan juga membuka peluang kerja sama dalam bentuk joint supervisor.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari pembahasan mengenai penguatan pendampingan akademik dan penelitian bersama antara Umsida dengan mitra internasional.
Wakil Dekan FKKG Umsida, drg Eka Setyawardana SpOrt, mengatakan bahwa kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk membuka lebih banyak ruang kolaborasi akademik.
“Jadi kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin, beliau sangat antusias untuk membimbing kita, jadi saya harap kita semua dapat memanfaatkan kesempatan ini, jadi ide bagus untuk kolaborasi ortodonti tadi” terangnya.
Menurutnya, semua penawaran kerja sama yang telah dipaparkan sangat terbuka dan menjadi kesempatan besar bagi civitas akademika FKKG untuk berkembang.
“Kami berharap ini bukan hanya berhenti di sini, kami berharap akan ada keberlanjutan kolaborasi untuk kemajuan pengetahuan kita” tuturnya.
Rangkaian pertemuan tersebut ditindaklanjuti melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA).
Penandatanganan ini menjadi tindak lanjut inisiasi kerja sama internasional yang telah dibahas, khususnya dalam bidang pengajaran, riset, publikasi internasional, dan joint supervisor.





0 Tanggapan
Empty Comments