Suasana ruang pertemuan di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya (Spem Libels) pada Sabtu (27/9/2025) pagi tampak berbeda dari biasanya. Puluhan orang tua siswa hadir dengan antusias untuk mengikuti acara parenting yang menghadirkan guru dari SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (Smamsa).
Acara parenting kali ini membawakan materi krusial tentang pendampingan anak menjelang jenjang pendidikan menengah atas.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Spem Libels dan Smamsa. Fokus kegiatan ini adalah membekali orang tua siswa kelas 9 agar dapat mendampingi anak dengan tepat dalam memilih jenjang pendidikan lanjutan.
Guru Bimbingan Konseling (BK) sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Smamsa, Nurul Hidayah, S.Pd., hadir sebagai pemateri utama. Ia langsung menyoroti tantangan terbesar yang dihadapi orang tua saat ini.
“Mendidik anak zaman sekarang dihadapkan pada banyak tantangan. Mulai dari derasnya budaya asing yang masuk, kemajuan teknologi yang sangat pesat, hingga karakter anak yang berubah mengikuti zamannya,” ujar Nurul.
Menurutnya, pola asuh orang tua juga perlu diperbarui. Orang tua harus menyesuaikan cara mendidik karena anak-anak saat ini sudah termasuk dalam kategori Generasi Z dan Alpha. Pola asuh yang tepat merupakan kunci sukses dalam mendidik anak di era digital.
Tiga Peran Vital Orang Tua
Nurul Hidayah kemudian membagikan tiga peran vital orang tua yang tidak bisa digantikan oleh kemewahan materi atau kecanggihan teknologi. Peran ini perlu dijalankan, terutama ketika anak berada di masa penentuan masa depannya, seperti saat di kelas 9.
1. Mendampingi anak ketika belajar
Bukan sekadar menyuruh, tetapi menunjukkan minat dan keterlibatan dalam proses belajar anak.
2. Jadi teman curhat dan bermain
Bangun komunikasi yang terbuka. Dengarkan keluhan mereka tanpa menghakimi.
3. Hadir sepenuhnya
Pastikan anak merasakan dukungan emosional yang tulus.
Ia menegaskan bahwa jika Bapak dan Ibu ingin anak terdidik dengan baik, maka Bapak Ibu harus benar-benar hadir di tengah mereka.
“Jika Bapak Ibu ingin anak terdidik dengan baik, maka Bapak Ibu harus benar-benar hadir di tengah mereka. Kehadiran yang tulus tidak bisa digantikan oleh gadget secanggih apa pun,” tegasnya.
Selain kehadiran orang tua, hal krusial lain yang ditekankan Nurul adalah pemilihan lingkungan pendidikan di jenjang lanjutan. Menurutnya, keputusan ini sangat memengaruhi tumbuh kembang dan prestasi anak.
“Keputusan orang tua dalam memilih sekolah sangat berpengaruh besar. Orang tua harus cermat memilih sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pendidikan karakter yang baik, seperti Smamsa,” jelasnya.
Program parenting ini merupakan langkah konkret Smamsa untuk memberikan edukasi penting kepada orang tua, khususnya mereka yang akan segera memutuskan masa depan pendidikan anak-anak setelah lulus SMP. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments