Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai gelaran Syawalan Halalbihalal yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Applesun Learning Center mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Profesionalitas”, acara ini dihadiri ratusan guru dan kepala sekolah dari seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kota Batu. Turut hadir pula unsur Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Batu bersama Majelis PAUD Dasmen yang mengikutsertakan para pendidik dari IGABA sebagai bagian dari penguatan profesionalisme.
Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi Majelis Dikdasmen PDM Kota Batu. Sinergi antara Muhammadiyah dan ’Aisyiyah menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memajukan pendidikan, khususnya di lingkungan amal usaha.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Nur Widodo selaku Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur, Thohir Luth, serta Ketua PDM Kota Batu, Tsalis Rifa’i.
Sesi utama diisi oleh tausiyah Thohir Luth yang disampaikan dengan gaya komunikatif dan menyentuh. Ia mengisahkan perjalanan hidupnya dari Flores hingga menetap di Jawa sebagai bagian dari proses hijrah dan perjuangan.
Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya menjadikan Muhammadiyah sebagai jalan kebaikan yang berlandaskan ajaran Rasulullah SAW.
“Jika ingin masuk surga, masuklah ke Muhammadiyah. Insya Allah, masuk Muhammadiyah masuk surga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya rasa syukur dengan mengutip nilai-nilai dalam Al-Qur’an, bahwa bersyukur akan mendatangkan tambahan nikmat, sementara kufur berujung pada kesempitan hidup.
Memaknai Puasa dan Menjaga Silaturahmi
Lebih lanjut, ia mengajak para guru untuk memaknai ibadah puasa sebagai proses pembentukan diri menuju kemenangan sejati. Sebelas bulan pasca-Ramadhan, menurutnya, merupakan ruang untuk memperbanyak amal kebaikan.
Silaturahmi juga ditekankan sebagai kunci keberkahan hidup. “Selesai halal bihalal, kita harus terus merajut silaturahmi dan menguatkan profesionalitas,” tegasnya.
Ia turut menyinggung pentingnya hijrah dalam arti luas, yakni berpindah menuju kondisi yang lebih baik, serta kesungguhan dalam berjuang di jalan Allah sebagai bentuk kemuliaan hidup.
Guru sebagai Teladan Utama
Pesan yang paling ditekankan adalah peran strategis guru sebagai garda terdepan pendidikan. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian peserta didik.
“Guru itu digugu lan ditiru. Tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan (uswatun hasanah),” ungkapnya.
Ia menambahkan, di tengah tantangan zaman, kebutuhan akan guru yang mampu menjadi contoh nyata semakin mendesak. Keteladanan menjadi kunci dalam melahirkan generasi yang berakhlak dan berkemajuan.
Momentum Penguatan Komitmen
Kegiatan halal bihalal ini tidak sekadar menjadi ajang saling bermaafan pasca Idul Fitri, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen profesionalitas para pendidik di lingkungan Muhammadiyah Kota Batu.
Dengan semangat silaturahmi dan keteladanan, diharapkan para guru mampu terus istiqamah dalam mendidik generasi bangsa.
“Semoga semangat yang kita rajut hari ini terus terjaga, dan kita semua istiqamah dalam mendidik generasi yang berkemajuan,” menjadi penutup penuh makna dalam kegiatan tersebut. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments