Suasana akademik kembali menggeliat di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan (Smamuga) Sidoarjo. Setelah menikmati libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah, sebanyak 220 siswa kelas X dan XI langsung kembali fokus mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Semester Genap Tahun Pelajaran 2025-2026 yang dimulai Selasa (2/6/2026).
Selama enam hari pelaksanaan asesmen, para siswa tampak antusias dan serius mengikuti ujian yang digelar secara berbasis digital menggunakan aplikasi Exam Browser. Sistem ini diterapkan sebagai upaya sekolah menjaga integritas, objektivitas, dan kualitas hasil asesmen.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Imatul Mufidah saat dihubungi Kamis (4/6/2026), menegaskan bahwa ASAT bukan hanya agenda rutin penilaian akhir tahun, melainkan instrumen penting untuk memetakan keberhasilan pembelajaran sekaligus merancang strategi peningkatan mutu pendidikan pada tahun berikutnya.
“Pelaksanaan ASAT bertujuan mengukur capaian pembelajaran siswa selama satu tahun penuh, menilai kesiapan kenaikan kelas, sekaligus mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran yang telah dilakukan guru,” ujar Imatul saat dihubungi melalui WhatsApp.
Menurut guru Fisika yang berdomisili di Tanggulangin tersebut, asesmen berbasis literasi dan numerasi yang diterapkan sekolah memiliki target yang jauh lebih luas daripada sekadar menghasilkan nilai rapor.
“Melalui asesmen ini, kami ingin memperoleh hasil akademik yang optimal dan objektif, memperkuat karakter disiplin serta religius siswa melalui tata tertib ujian, sekaligus mendapatkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih efektif pada tahun ajaran mendatang,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ASAT di Smamuga tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Ujian Online Berbasis Integritas
Pada pelaksanaannya, seluruh peserta mengikuti ujian menggunakan aplikasi Exam Browser (Exambro), sebuah sistem yang dirancang khusus untuk mengamankan pelaksanaan asesmen berbasis komputer.
Aplikasi ini memungkinkan peserta hanya dapat mengakses halaman ujian tanpa membuka aplikasi lain maupun menjelajahi internet untuk mencari jawaban. Sistem tersebut juga mampu mendeteksi berbagai upaya pelanggaran, sehingga proses asesmen berlangsung lebih jujur dan akuntabel.
Beberapa fungsi utama aplikasi ini antara lain memblokir akses ke aplikasi lain, mengunci tampilan layar selama ujian berlangsung, serta membatasi akses hanya pada server resmi sekolah.
“Alhamdulillah, sejak hari pertama pelaksanaan seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kami berharap siswa mempersiapkan diri dengan baik, mengerjakan soal secara jujur dan penuh tanggung jawab sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan mereka,” tambah Imatul.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap hari terdapat tujuh guru pengawas yang bertugas di tujuh ruang ujian untuk memastikan pelaksanaan ASAT berjalan tertib dan kondusif.
Momentum Mengukur Kompetensi dan Karakter
Kepala SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Hartatik S.Pd, menyampaikan bahwa ASAT merupakan bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran yang telah dijalani siswa selama satu tahun pelajaran.
“ASAT bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh nilai akademik, tetapi juga menjadi sarana mengukur sejauh mana kompetensi, pemahaman, dan karakter belajar peserta didik berkembang selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Karena itu, Hartatik berharap seluruh siswa dapat mengikuti asesmen dengan sungguh-sungguh, disiplin, jujur, dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, sekolah telah melakukan berbagai persiapan agar pelaksanaan ASAT berjalan lancar sesuai prosedur yang berlaku. Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru, tenaga kependidikan, serta orang tua yang selama ini mendampingi proses belajar peserta didik.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga proses yang dijalani siswa. Karena itu, jadikan ASAT sebagai momentum menguji kemampuan diri sekaligus melatih integritas dan kemandirian belajar,” tegasnya.
Hartatik juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama pelaksanaan asesmen agar siswa dapat mengerjakan soal secara maksimal.
“Kami berharap seluruh siswa memperoleh hasil terbaik sesuai kemampuan masing-masing dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran, nilai-nilai Islam, serta karakter pelajar Muhammadiyah yang berkemajuan,” pungkasnya.
Hasil ASAT Bukan Sekadar Angka
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Ahmad Al Farisi M.Pd, menilai ASAT menjadi instrumen penting untuk memetakan kompetensi dan perkembangan belajar peserta didik secara lebih komprehensif.
“ASAT bukan sekadar mengukur capaian akademik siswa, tetapi juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung selama semester genap,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hasil asesmen hendaknya dipandang sebagai refleksi dari proses belajar yang telah dilakukan siswa selama ini.
“Nilai yang diperoleh bukan hanya angka dalam rapor, melainkan cerminan dari usaha, disiplin, dan kesungguhan belajar yang telah dijalani,” katanya.
Al Farisi juga mengapresiasi sinergi antara guru, siswa, dan orang tua yang telah mendukung pelaksanaan ASAT sehingga dapat berlangsung tertib dan kondusif.
Menutup keterangannya, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo itu menyampaikan pesan khusus kepada seluruh peserta asesmen.
“Kerjakan ASAT dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Hasil terbaik akan lahir dari proses belajar yang sungguh-sungguh. Semoga seluruh siswa kelas X dan XI diberikan kemudahan, kesehatan, serta memperoleh hasil yang membanggakan,” tuturnya.
Dengan pelaksanaan ASAT yang mengedepankan integritas, literasi, numerasi, serta pemanfaatan teknologi digital, SMA Muhammadiyah 3 Tulangan berharap mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter Islami dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments