Camping dan Outbond menjadi kegiatan yang dilakukan SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo (Spemia) setelah melaksanakan Sumatif Tengah Semester (STS) ganjil.
Kegiatan ini dilakukan pada Rabu (30/9/2026) hingga Kamis (01/10/2026) yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas VII dan VIII berjumlah 72 siswa.
Camping dan outbond ini dilaksanakan selama dua hari satu malam di Bernah De Vallei, Pacet.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengasah kemandirian siswa, mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru, juga melatih mereka dalam hal kerjasama, kekompokan, dan kebersamaan.
Pioneering hingga Jelajah Malam
Camping dan outbond terisi dengan sejumlah agenda yang mengandung nilai pendidikan. Di antaranya upacara pembukaan, materi pioneering, materi Peraturan Baris Berbaris (PBB), Cooking time, pentas seni (Pensi), jelajah malam, outbond, dan upacara penutupan.
Upacara pembukaan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB dengan pembina upacara yaitu Muhammad Husen Al Asy’ari selaku kepala sekolah.
Dalam amanatnya ustadz Husen menyampaikan beberapa pesan mengenai kedisiplinan, mengingatkan lagi tentang janji HW (Hizbul Wathan) yakni suci hati dan pikiran, suci dalam perbuatan, dan juga meneladani tokoh HW yaitu Jendral Sudirman.
Setelah upacara pembukaan selesai dilanjut dengan ishoma dan kegiatan lainnya. Agenda selanjutnya pioneering, yakni teknik yang menggunakan tongkat dan tali yang dirangkai akan menjadi sesuatu. Materi ini disampaikan dan dipraktikkan langsung oleh Ustadz Emil.
Di awal materi dijelaskan bagaimana membuat simpul jangkar dan simpul pangkal, yang mana nanti di akhir materi ada praktik membuat tandu oleh masing-masing kelompok.
“Simpul pangkal diletakkan di ujung, simpul ini semakin ditarik semakin kencang. Simpul jangkar mudah bergerak, bukan simpul yang bersifat tumpuan” terangnya.
Kemudian, lanjut Ustadz Emil, untuk yang bagian tengah gunakan simpul jangkar dan simpul pangkal digunakan di ujung untuk mengunci.
“Untuk membuat tandu, tali disilangkan, tali sebelah kanan tetap ditali di kanan tongkat dan tali sebelah kiri tetap ditali di kiri tongkat” papar Ustadz Emil sambil praktik.
Momen Paling Seru
Materi PBB diisi oleh ustadz Rio dan ustadz Dhiya kurang lebih satu jam mereka diajari bagaimana sikap atau posisi yang benar dalam PBB.
Cooking time dan pensi menjadi momen paling seru bagi siswa dan siswi Spemia, karena mereka belajar mandiri dan kerjasama memasak bersama dan kelompok serta pensi yang menampilkan penampilan kelompok yang meriah dan menyenangkan.
Pada hari kedua Kamis, (1/10/2026) siswa melaksanakan jelajah malam pada pukul satu dini hari yang sudah dibagi delapan kelompok untuk bisa menenemukan pos satu sampai pos empat dengan menggunakan peta yang diberikan.
Setiap pos memiliki topik yang berbeda untuk ditanyakan kepada siswa, pos 1 janji pandu HW, pos 2 pioneering tandu HW, pos 3 PBB mata tertutup, dan pos 4 undang-undang pandu HW.
Sekitar pukul 07.00 WIB siswa melaksanakan outbond dan free time, upacara penutupan dan pembagian hadiah dilakukan setelah siswa selesai berkemas dan barang dikumpulkan di area pendopo.





0 Tanggapan
Empty Comments