Prestasi dapat menjadi salah satu jalan Dakwah. Prinsip itulah yang terus ditunjukkan Pimda 072 Tapak Suci Kota Probolinggo melalui prestasi para pesilatnya. Hal itu terlihat dalam penyerahan trofi kemenangan pada rangkaian Kajian Rutin Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo, Ahad (4/10/2026).
Pimda 072 Tapak Suci Kota Probolinggo menyerahkan tiga trofi Juara Umum I yang diraih dalam Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup XI Antarperguruan Silat se-Kota Probolinggo di GOR Mastrip, 26–27 September 2026.
Tiga trofi tersebut meliputi Trofi Tetap Juara Umum I Kategori Prestasi, Trofi Tetap Juara Umum I Kategori Pemasalan, dan Trofi Bergilir Juara Umum I.
Trofi Tetap Juara Umum I Kategori Prestasi diserahkan oleh Manajer Tim Tapak Suci Sunarpi, S.Pd., Pendekar Muda, kepada Wakil Ketua PDM Kota Probolinggo yang membidangi Majelis Dikdasmen dan PNF, Muhammad Erfan Riyadi, S.H., M.Pd., Kader Utama.
Selanjutnya, Trofi Tetap Juara Umum I Kategori Pemasalan diserahkan oleh Coach David Prabowo, S.H., Kader Madya, kepada Bendahara PDM Kota Probolinggo sekaligus Koordinator Bidang MPKS, Drs. Lukman Hakim, M.M.
Sementara itu, Trofi Bergilir Juara Umum I diserahkan oleh Ahmad Budi Santusa, S.Pd., Pendekar Madya, Sekretaris Ketua Dewan Kader Tapak Suci Kota Probolinggo, kepada Ketua PDM Kota Probolinggo, Drs. Muhammad Dawam Ikhsan, M.Si., didampingi Sekretaris PDM Kota Probolinggo Koordinator Bidang MPK SDI dan LSBO serta MLH-PB Samsul Arifin, S.Pd., M.Pd., Pendekar Kepala.
Raih 134 Medali
Capaian tersebut semakin lengkap dengan perolehan medali yang diraih kontingen Tapak Suci Kota Probolinggo. Dari kejuaraan tersebut, Tapak Suci membawa pulang 134 medali, terdiri atas 46 medali emas, 42 medali perak, dan 46 medali perunggu.
Selain trofi juara umum, empat pesilat Tapak Suci juga mendapat penghargaan sebagai Pesilat Terbaik pada kategori masing-masing.
Fiki Najiha Wati meraih Pesilat Terbaik kategori Usia Dini 1 Putri dan menerima trofi dari Wakil Ketua PDM Kota Probolinggo Koordinator Bidang Majelis Ekonomi dan LPUMKM Drs. Sugi Sulaiman.
Alesha Nuria Varisha menjadi Pesilat Terbaik Usia Dini 2 Putri dan menerima trofi dari Wakil Ketua PDM Koordinator Bidang LHKP Drs. Kris Hananto.
Sementara Rafay Maher Putra Disa meraih Pesilat Terbaik kategori Remaja Putra, dengan trofi diserahkan oleh Wakil Ketua PDM Koordinator Bidang Pemberdayaan Wakaf dan Pondok Pesantren Drs. Achmad Philip, M.Si.
Adapun kategori Dewasa Putra diraih Andre Annur Rosi, dengan trofi diserahkan oleh Wakil PDM Koordinator Bidang Lazismu dan LDK, Abdul Gaffar, S.Pd., M.Pd.
Tapak Suci sebagai Kelanjutan Dakwah Muhammadiyah
Pemateri Kajian Rutin Ahad Pagi, Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, M.A., menegaskan bahwa keberadaan dan keberlangsungan Tapak Suci merupakan bagian dari keberlangsungan dakwah Muhammadiyah.
“Tapak Suci membawa nilai-nilai Islam dalam setiap momen kegiatan, termasuk dalam latihan sehari-hari. Kekuatan yang diperoleh juga merupakan hasil dari permohonan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui doa yang senantiasa dipanjatkan dalam setiap latihan,” tuturnya.
Menurutnya, prestasi yang diraih Tapak Suci juga memiliki nilai dakwah bagi Muhammadiyah. Keberadaan Tapak Suci diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memberikan kemanfaatan bagi sesama.
“Prestasi merupakan nilai dakwah Tapak Suci untuk Muhammadiyah. Demikian pula keberadaan Tapak Suci harus memberikan kemanfaatan bagi sesama,” imbuhnya.
Rangkaian penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi atas kemenangan. Lebih dari itu, prestasi Tapak Suci menjadi bagian dari dakwah Muhammadiyah melalui pembinaan generasi muda yang berprestasi, disiplin, sportif, dan berakhlak mulia.
Piala dan medali menjadi bukti dari proses panjang latihan. Namun nilai yang jauh lebih penting adalah bagaimana prestasi tersebut membentuk pesilat menjadi pribadi yang tangguh, rendah hati, menjunjung sportivitas, serta membawa nama baik persyarikatan.
Prestasi bukan sekadar tentang menjadi juara, tetapi tentang menjadikan kemenangan sebagai jalan untuk berdakwah dan menginspirasi generasi muda. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments