Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Paciran secara resmi menutup rangkaian Pekan Dakwah Ramadan 2026.
Acara penutupan yang berlangsung di “Masjid Al-Ikhlas” Perguruan Muhammadiyah Mentaras ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa selama sepekan di tengah masyarakat.
Berbeda dari biasanya, rangkaian prosesi penutupan ini dengan Tabligh Akbar dan buka puasa bersama.
Hadir dalam kesempatan tersebut keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Mentaras, tokoh masyarakat, serta jajaran pimpinan STAIM Paciran.
Ketua Panitia Pekan Dakwah, Roisul Wahid, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga Mentaras yang telah menerima kehadiran para kader IMM.
Ia menekankan bahwa meski program formal telah usai, nilai-nilai pengabdian yang telah ditanamkan diharapkan tetap tumbuh.
“Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, namun bagi kami ini bukanlah akhir. Semoga jalinan silaturahmi yang telah terjalin ini tetap terjaga,” ungkapnya.
Apresiasi hangat masyarakat pun tercermin dalam sambutan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Mentaras, Ayahanda Abdul Basid, S.Ag.
Ia mengaku terkesan dengan etos kerja dan militansi para mahasiswa selama sepuluh hari mengabdi.
Menurutnya, kehadiran kader IMM memberikan warna baru sekaligus energi positif bagi geliat dakwah di desa tersebut.
“Waktu yang singkat ini semoga menjadi awal kebersamaan yang berkelanjutan. Kami bangga atas kehadiran adik-adik STAIM Paciran yang telah memberi warna baru bagi dakwah di Mentaras,” ungkapnya.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua III STAIM Paciran, Drs. M. Anwar, M.Pd., yang hadir untuk menjemput para mahasiswa secara simbolis, menegaskan pentingnya pengalaman lapangan bagi dunia akademik.
Beliau menyebut terjun langsung ke masyarakat sebagai “laboratorium sosial” terbaik bagi mahasiswa untuk menguji teori yang didapat di bangku perkuliahan.
“Kami berterima kasih kepada PRM Mentaras yang telah menerima mahasiswa kami untuk belajar bersama masyarakat. Kami menyadari masih banyak kekurangan, namun semoga sepuluh hari ini menjadi bekal berharga sebelum mereka benar-benar terjun mengabdi,” ujar Anwar.
Sebagai penanda berakhirnya kegiatan, PK IMM STAIM Paciran menyerahkan cinderamata kepada pihak PRM Mentaras.
Acara kemudian berlanjut dengan tausiyah dalam Tabligh Akbar yang melibatkan warga sekitar.
Kegiatan penutupan ini dengan sesi foto bersama, mushafahah, dan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan yang erat.
Melalui Pekan Dakwah ini, PK IMM STAIM Paciran berhasil membuktikan bahwa dakwah mahasiswa tidak hanya terbatas pada mimbar-mimbar formal, melainkan hadir secara konkret dalam dinamika sosial dan memperkuat struktur persyarikatan di akar rumput.***






0 Tanggapan
Empty Comments