Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru PJOK SMP Muhammadiyah 1 Blitar Ikuti Sosialisasi Pengukuran Kebugaran Jasmani Siswa

Iklan Landscape Smamda
Guru PJOK SMP Muhammadiyah 1 Blitar Ikuti Sosialisasi Pengukuran Kebugaran Jasmani Siswa
Kegiatan sosialisasi pengukuran kebugaran jasmani yang juga diikuti oleh guru PJOK SMP Muhammadiyah 1 Blitar (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sejumlah guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat SMP se-Kota Blitar mengikuti kegiatan sosialisasi pengukuran kebugaran jasmani anak yang diselenggarakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Sananwetan. Kegiatan ini juga diikuti oleh guru PJOK dari SMP Muhammadiyah 1 Blitar, Kamis (28/8/2025).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Blitar dan UPT Puskesmas Sananwetan untuk memastikan kesehatan serta kebugaran siswa di sekolah.

Acara yang berlangsung di ruang rapat 1 lantai 2 Puskesmas Sananwetan tersebut dimulai pukul 08.00 WIB. Hadir sebagai narasumber, Anggota Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dari Dinas Kesehatan Kota Blitar, M Agus Zaini dan Pembina Program Kesehatan Olahraga UPT Puskesmas Sananwetan, Nunung.

Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali guru PJOK dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam melaksanakan tes kebugaran yang standar dan terukur.

Dalam paparannya, M Agus Zaini, SKM menekankan peran penting guru PJOK sebagai garda terdepan dalam memantau kesehatan fisik siswa. Ia menyampaikan bahwa data hasil pengukuran kebugaran jasmani sangat krusial.

“Data ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan kondisi kesehatan anak-anak kita. Dengan data yang akurat, kita dapat mengidentifikasi masalah sejak dini, seperti obesitas, kurang gerak, atau gangguan lain yang bisa menghambat tumbuh kembang mereka. Hasil ini nantinya menjadi dasar bagi sekolah, puskesmas, dan orang tua untuk bersama-sama merancang program intervensi yang tepat,” ujar Agus.

Sementara itu, Nunung menambahkan bahwa program ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kami menyadari, peran guru sangat besar dalam mendeteksi sekaligus mengedukasi siswa. Melalui sosialisasi ini, kami memberikan alat dan panduan yang seragam agar setiap guru dapat melakukan tes dengan metode yang sama. Dengan begitu, data yang terkumpul valid dan dapat dianalisis untuk program kesehatan skala kota,” jelasnya.

Salah satu peserta yang merupakan salah satu guru PJOK SMP Muhammadiyah 1 Blitar, Hamid Prasojo SPd, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, program ini memberikan panduan yang lebih jelas.

“Selama ini kami memang melakukan tes kebugaran, namun metodenya sering bervariasi. Dengan adanya sosialisasi ini, kami jadi tahu standar yang harus diterapkan. Tes kebugaran juga menjadi pengingat bagi kami sebagai guru bahwa tanggung jawab tidak hanya sebatas mengajar olahraga, tetapi juga memastikan siswa sehat dan bugar,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.

“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat, bukan hanya bagi kami sebagai guru, tetapi juga untuk masa depan anak-anak. Kebugaran adalah fondasi kesehatan, dan program ini merupakan langkah nyata untuk membangun fondasi tersebut,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu