Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru SMP Muhammadiyah 2 Surabaya Ikuti ToT Qur’an Isyarat di Jakarta

Iklan Landscape Smamda
Guru SMP Muhammadiyah 2 Surabaya Ikuti ToT Qur’an Isyarat di Jakarta
Penyerahan Qur'an Isyarat Langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu'ti kepada Ust. Nanda. (Ratih Indah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Komitmen SMP Muhammadiyah 2 Surabaya dalam mengembangkan pendidikan inklusif kembali dibuktikan. Dua guru Sekolah Peduli Anak Hebat (SPAH), Naufal Ridho Kushernanda, S.Psi., dan Ratih Indah Yuni Irawati, S.Psi., S.Pd., hadir langsung di Jakarta mengikuti Training of Trainer (ToT) Qur’an Isyarat yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada (23–24/9/2025) di Aula Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia.

Kegiatan berskala nasional ini ditutup oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Ia memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para peserta untuk terus menguatkan peran masjid dan lembaga pendidikan dalam mendukung pendidikan ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas rungu.

Dalam pemaparannya, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program ToT Qur’an Isyarat ini dirancang untuk melahirkan para pendidik Al-Qur’an yang mampu mengajarkan kitab suci dengan bahasa isyarat. “Sebagai pengajar, kita perlu dibekali kompetensi yang menunjang, sehingga penyandang disabilitas tuli mampu membaca Al-Qur’an dengan metode Kitabah,” jelasnya.

Menurutnya, pendidikan agama tidak boleh berhenti pada siswa reguler saja. Kelompok difabel berhak mendapatkan layanan terbaik, termasuk akses belajar Al-Qur’an dengan cara yang sesuai dengan kondisi mereka. “Ini bagian dari dakwah rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.

Setelah acara pembukaan, rangkaian kegiatan berlanjut dengan pengenalan Qur’an Isyarat, praktik dasar bahasa isyarat, dan diskusi kelompok. Hari kedua difokuskan pada praktik pengajaran, simulasi kelas, serta penyusunan rencana tindak lanjut di daerah masing-masing.

Ratih Indah menyampaikan kesan positifnya. “Alhamdulillah, ini kesempatan yang sangat berharga. Kami bisa belajar langsung dari para pakar, sekaligus berdiskusi dengan peserta dari berbagai daerah. Harapannya, ilmu yang kami dapatkan bisa diterapkan di sekolah untuk semakin memfasilitasi siswa difabel,” ungkapnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ustadz Naufal Ridho menambahkan, keterampilan Qur’an Isyarat bukan sekadar tambahan, tetapi kebutuhan nyata. “Kami di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang ramah untuk semua. Dengan bekal Qur’an Isyarat, insyaAllah kami bisa mendampingi siswa yang memiliki kebutuhan khusus agar lebih dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Partisipasi SMP Muhammadiyah 2 Surabaya dalam program ini sejalan dengan visinya sebagai sekolah keberbakatan. Tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, olahraga, seni, dan sains, sekolah ini juga menekankan pendidikan karakter dan nilai-nilai Qur’ani.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Jamaluddin DM, S.Th.I., menegaskan langkah yang diambil sekolah adalah investasi jangka panjang. “Kami ingin membentuk lingkungan belajar yang benar-benar ramah, inklusif, dan Qur’ani. Dengan adanya guru-guru yang menguasai Qur’an Isyarat, kami semakin siap mendampingi seluruh siswa tanpa terkecuali, terutama untuk program SPAH,” ujarnya.

Dengan bekal Qur’an Isyarat, SMP Muhammadiyah 2 Surabaya berharap mampu menjadi pelopor sekolah ramah difabel berbasis Qur’ani di Jawa Timur.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu