Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Paciran, Lamongan, menggelar kegiatan kerja bakti bersih-bersih lahan baru yang berlokasi di kawasan strategis Jalan Raya Daendels Paciran, tepatnya di sebelah timur Tanjung Kodok Beach Resort (TKBR), Jumat (16/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan hari libur nasional Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab 1447 H.
Panitia Milad ke-113 Muhammadiyah PCM Paciran yang kemudian bertransformasi menjadi Relawan Pembebasan Tanah Baru tampak berbondong-bondong hadir sejak pukul 07.00 WIB untuk melakukan kerja bakti membuka lahan yang sebelumnya dipenuhi semak belukar.
Dengan membawa berbagai peralatan seperti bendo, arit, gergaji, calok, dan alat kerja lainnya, para relawan bekerja bahu-membahu membersihkan area lahan.
Tercatat, sekitar 40 personel hadir dari berbagai unsur, mulai dari Ketua dan Wakil Ketua PCM Paciran, para ketua dan anggota majelis, panitia Milad ke-113 Muhammadiyah, hingga ibu-ibu Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Ayunda Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) yang turut mendukung dengan menyiapkan konsumsi.
“Alhamdulillah, kerja bakti bersih-bersih lahan baru pagi ini berjalan penuh semangat. Warga PCM Paciran bersama para relawan hadir sangat banyak, sehingga benar-benar terlihat guyub, sayuk, dan rukun. Saya senang melihat kekompakan PCM Paciran,” tutur salah satu pimpinan PCM Paciran, pria asli Kranji, Paciran.
Dia juga menyampaikan bahwa lahan seluas 30 x 50 meter tersebut masih dalam proses pelunasan. Oleh karena itu, PCM Paciran mengajak seluruh warga persyarikatan dan masyarakat umum untuk turut mendukung melalui infak dan sedekah.
“Tanah ini belum lunas. Kami memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar bisa ikut berinfak dan bersedekah untuk biaya pembelian tanah. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kemudahan bagi kita semua,” imbuh mantan Ketua Umum PCPM Paciran masa bakti 2015–2020 tersebut.
Menurutnya, lokasi tanah ini sangat strategis karena berada di pinggir jalan raya, kawasan wisata, berbatasan langsung dengan resort, serta tidak jauh dari Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Tanah tersebut dibeli dari Bapak Lukman, warga Desa Paciran, dan ke depan direncanakan akan dibangun Gedung Pusat Inkubator Kader dan Markas Peradaban Muhammadiyah di wilayah Pantura Lamongan.
Menjelang pukul 08.00 WIB, para peserta kerja bakti menghentikan aktivitas sejenak untuk menikmati sarapan pagi.
Dua ambeng, nasi yang disajikan di atas nampan lengkap dengan lauk dan sayur, serta nasi bungkus kiriman dari PCA dan PCNA Paciran tersaji sederhana namun penuh kehangatan kebersamaan.
Menu sarapan terasa semakin istimewa dengan ragam lauk seperti mangut tongkol, pindang pepes kacang, udang, tempe, ayam bakar, telur rebus, serta aneka kerupuk. Ditambah lagi buah-buahan, jajan pasar, dan minuman legen yang dibawa ibu-ibu Aisyiyah.
“Nikmatnya luar biasa. Makan rame-rame, minum legen, buah-buahan, dan jajan pasar. Ngene awakmu kok kate ra teko (Begini nikmatnya kok tidak mau datang),” seloroh Ali Shodiqin sambil bercanda kepada rekannya.
Pria kelahiran Warulor, Paciran, itu tampak bersemangat mengikuti kerja bakti yang berlangsung penuh canda dan guyon khas Pantura. Kegiatan ini berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dan direncanakan akan dilanjutkan kembali setelah Salat Jumat. (*)





Ow tanah ini ta yang sampai anak TK disuruh tiap hari diminta membawa uang sampai 2 tahun ke depan,,🤔🤔