Pimpinan Daerah Muhammadiyah, H. Muhammad Thoha Mahsun, SAg., M.Pd.I., M.HES membuka serangkaian acara lewat Pidato Iftitah pada acara Halalbihalal IGABA Kabupaten Gresik yang bertempat di Gedung Dakwah Muhmammadiyah pada Rabu (8/4/2026).
Masih dalam atmosfer idulfitri di bulan Syawal ini, beliau mengucapkan permintaan maaf dan rasa bahagia bisa bertemu dengan guru-guru dalam acara pagi ini.
“Saya sangat senang dan bersemangat saat bertemu guru TK. Karena itu mengingatkan pada sosok guru saya. Walaupun itu hanya sebuah gerakan yang diajarkan, namun masih sangat jelas rekaman ingatan saya tentang beliau,” ujar ketua PDM.
Muhammad Thoha menekankan Al-ummu madrasatul ula yang artinya Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Bukan hanya bagi anaknya saja melainkan bagi keluarganya.
Ia memfokuskan Pidato iftitahnya pada salah satu potongan ayat Al Aquran surat Al-Luqman ayat 17.
“Ya Bunayya, wahai anakku. Alangkah baiknya, jika kita memanggil anak2 bukan dengan status nama mereka sendiri. Melainkan dengan yg tertulis dalam dalam surat Al Luqman yaitu wahai anakku,” tuturnya.
Di tengah pidatonya, ia juga menambahkan bahwasanya panggilan “wahai anakku” menurut psikologis bisa mempererat hubungan orang tua dengan anak, maupun guru dengan anak.
Ketua PDM tersebut juga turut berkisah tentang Lukman, yang hidup di zaman Rasulullah. Dimana Lukman berpesan kepada anaknya. Pesan tersebut memiliki 4 point penting :
- Dirikan Sholat: Sholat ibarat sebagai wadah. Jika wadah kita bagus, maka amalan yang ada di dalamnya agak bagus dan terjaga. Namun jika wadahnya rusak, maka akan merusak amalan di dalamnya.
- Mengajak berbuat baik
- Mencegah kegiatan mungkar
- Sabar saat mendapat ujian. Karena orang yang tidak sabar saat mendapatkan ujian, maka akan merusak iman.
Ia menitipkan sebuah pesan kepada Guru untuk disampaikan kepada anak-anak.
“Nilai kesabaran sangat dibutuhkan untuk ditanamkan dalam diri anak-anak” tutur akhir Pidato iftitahnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments