Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Harga Plastik Naik 100 Persen, Pakar UMM Beri Strategi Jitu UMKM

Iklan Landscape Smamda
Harga Plastik Naik 100 Persen, Pakar UMM Beri Strategi Jitu UMKM
pwmu.co -

Lonjakan harga kemasan plastik hingga 100 persen akibat gejolak geopolitik global dan kenaikan harga minyak mentah kini menekan operasional pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner.

Pakar ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Malang, M. Sri Wahyudi Suliswanto, menilai kondisi ini sebagai krisis serius yang memerlukan solusi cepat dan strategis dari pelaku usaha maupun pemerintah.

“UMKM harus menjadikan situasi ini sebagai momentum untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, sementara pemerintah perlu mencari pemasok alternatif dari negara non-konflik,” ujarnya kepada Tim Humas UMM, (8/4).

Di lapangan, kenaikan harga plastik telah berubah menjadi “biaya siluman” yang menggerus margin keuntungan pelaku usaha kecil. Sektor kuliner menjadi yang paling terdampak karena sangat bergantung pada kemasan seperti wadah makanan, gelas, dan kantong plastik.

Kondisi ini menempatkan UMKM dalam dilema:

  • Menaikkan harga → berisiko kehilangan pelanggan
  • Menahan harga → terancam gulung tikar

Di tengah daya beli masyarakat yang masih terbatas, pilihan tersebut sama-sama berat.

Wahyudi menegaskan bahwa krisis ini mengungkap lemahnya kemandirian industri nasional, khususnya dalam bahan baku plastik.

“Indonesia sangat bergantung pada impor bahan baku plastik. Ketika jalur distribusi global terganggu dan harga minyak naik, dampaknya langsung terasa di dalam negeri,” tegasnya.

Situasi ini diperparah oleh rantai distribusi domestik yang panjang, sehingga harga semakin tinggi saat sampai ke pelaku usaha kecil.

Di tengah tekanan ini, Wahyudi melihat peluang untuk mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ia menyarankan strategi sederhana namun efektif:

  • Memberikan diskon bagi pelanggan yang membawa wadah sendiri
  • Mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai

Langkah ini tidak hanya membantu menekan biaya produksi, tetapi juga berpotensi membangun budaya konsumsi yang lebih ramah lingkungan.

Meski UMKM bisa beradaptasi, Wahyudi menegaskan bahwa peran pemerintah tetap menjadi kunci utama.

“Pemerintah tidak boleh tutup mata. Harus ada intervensi untuk menjaga stabilitas harga plastik karena dampaknya sangat luas,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk:

  • Mencari pemasok bahan baku dari negara non-konflik
  • Menjamin distribusi yang lebih efisien
  • Menjaga stabilitas harga di pasar domestik

Krisis ini diharapkan menjadi momentum perubahan menuju pola konsumsi yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen menjadi kunci untuk menghadapi tekanan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada plastik.

Jika dikelola dengan tepat, kondisi ini tidak hanya menyelamatkan UMKM dari krisis, tetapi juga menjadi titik balik menuju ekonomi yang lebih adaptif dan ramah lingkungan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 09/04/2026 14:24
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡