Pagi di SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) Surabaya bukan sekadar awal aktivitas belajar, tetapi menjadi momentum menanamkan layanan terbaik dan pendidikan karakter sejak langkah pertama siswa memasuki sekolah, Kamis, (9/04/2026).
Di pintu gerbang, senyum hangat para guru dan karyawan menyambut setiap siswa yang datang. Secara bergiliran, sesuai jadwal yang telah disusun, seluruh tenaga pendidik mengambil peran dalam menyapa dan menyambut kedatangan siswa.
Kepala Urusan SDI, Puspitawati, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Ini bagian dari upaya memberikan layanan terbaik kepada siswa. Orang tua yang mengantarkan putra-putrinya juga merasa lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Gerbang Sekolah, Pintu Pendidikan Karakter
Kegiatan penyambutan ini tidak hanya sebatas formalitas. Di balik jabat tangan dan sapaan ramah, tersimpan nilai pembiasaan karakter.
Siswa dibiasakan mengucapkan salam saat bertemu guru, sekaligus belajar menghormati orang lain sejak dini. Pada momen ini pula, guru memeriksa kerapian seragam dan kelengkapan atribut siswa dengan pendekatan yang humanis.
Suasana hangat itu tampak dalam interaksi sederhana namun bermakna.
“Assalamu’alaikum, pakai hasduknya yang benar, ya,” sapa Ustadzah Fitri sambil membetulkan posisi hasduk seorang siswa.
“Oh maaf, Ustadzah. Terima kasih sudah mengingatkan saya,” sahut seorang murid perempuan dengan sopan.
Momen kecil seperti ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tumbuh dari keteladanan dan pembiasaan sehari-hari.
Bel Berbunyi, Langkah Menuju Ibadah Dimulai
Saat bel berbunyi, suasana bergerak cepat namun tetap tertib. Para guru sigap mengarahkan siswa menuju halaman sekolah untuk mengikuti pembiasaan salat Dhuha berjamaah.
Siswa keluar dari kelas masing-masing dengan barisan rapi. Tidak hanya guru, siswa juga turut berperan aktif dalam mengondisikan kegiatan.
Mereka yang tergabung dalam Polisi Sekolah (Polsek) dengan penuh tanggung jawab mengajak teman-temannya yang masih berada di dalam kelas untuk segera bergabung.
Sementara itu, tim student care membantu memastikan seluruh siswa ikut serta dan menjaga ketertiban.
Disiplin dari Awal hingga Akhir
Menariknya, kedisiplinan tidak hanya terlihat saat mengatur saf salat berjamaah. Setelah salat dan doa bersama selesai, para siswa kembali menunjukkan ketertiban yang luar biasa.
Mereka meninggalkan tempat secara berbaris, dimulai dari saf paling depan, kemudian disusul saf berikutnya secara bergantian hingga seluruh jamaah kembali ke kelas masing-masing.
Pemandangan ini mencerminkan bahwa nilai disiplin tidak berhenti pada saat ibadah berlangsung, tetapi juga tercermin dalam setiap proses setelahnya.
Kolaborasi yang Menumbuhkan Karakter
Keterlibatan siswa dalam proses ini menjadi nilai lebih. Mereka tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam pembelajaran karakter.
Kolaborasi antara guru dan siswa menciptakan suasana yang disiplin, tertib, dan penuh kepedulian. Pembiasaan salat Dhuha pun tidak sekadar rutinitas, melainkan bagian dari proses membentuk kepribadian yang religius dan bertanggung jawab.
Di SD Musix, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Dari gerbang sekolah hingga barisan salat, setiap langkah menjadi bagian dari proses mendidik—menguatkan karakter, menanamkan adab, dan membangun generasi berakhlak mulia.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments