Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jamaah Gowes Muhammadiyah Takerharjo Nikmati Alam di Malindo dan Sumurber, Refleksi Bahaya Maksiat

Iklan Landscape Smamda
Jamaah Gowes Muhammadiyah Takerharjo Nikmati Alam di Malindo dan Sumurber, Refleksi Bahaya Maksiat
Jamaah Gowes Muhammadiyah Takerharjo. (Muslihin/PWMU.CO)
pwmu.co -

Belasan jamaah gowes Muhammadiyah Takerharjo menggelar kegiatan bersepeda menuju kawasan Malindo dan Sumurber pada Ahad (12/4/2026) pukul 05.30–07.30 WIB.

Kegiatan ini tidak sekadar olahraga, tetapi juga menjadi sarana refleksi spiritual. Jamaah diingatkan bahwa setiap manusia, baik disadari maupun tidak, tengah berada dalam perjalanan menuju Tuhan untuk menerima balasan atas perbuatannya, baik maupun buruk.

Peserta gowes di antaranya H. Amirul Mu’minin, H. Mushlihin, H. Kunawi, M. Khozin, M. Asyrofi, H. Kastim, Khusairi, H. Saifudin Zuhri, Abdul Halim, M. Sholih, M. Ridwan, Mundarman, Saiful Wathon, Nurul Amin, Sholihul Anam, Agus Veri Himawan, Salamun, dan H. Mahmud.

Sebelum berangkat, jamaah berkumpul di depan rumah Abdul Halim dan Mundiroh yang tengah memasang tenda biru untuk acara pernikahan putrinya, Widya Halimah, yang dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026.

Widya, lulusan sarjana psikologi, akan dipersunting oleh Dicky Satya Firmansyah, sarjana manajemen, putra Loekito Sugeng Rukminto dan Sri In Badriyah dari Sidoarjo.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Malindo. Setibanya di lokasi, jamaah melakukan senam bersama dengan instruktur dari kalangan sendiri, di antaranya H. Amirul Mu’minin, H. Kunawi, serta Salamun asal Banyubang yang bekerja di Malaysia. Suasana kegiatan berlangsung santai, penuh keakraban, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri peserta.

Usai senam, jamaah menikmati hidangan sederhana seperti air mineral, teh hangat, jeruk hangat, jahe, kopi susu, serta makanan ringan berupa tahu goreng dan ote-ote.

Kegiatan gowes ini juga dimanfaatkan untuk menikmati keindahan alam sebagai sarana membersihkan jiwa sekaligus mengingatkan akan bahaya maksiat.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Perjalanan dilanjutkan menuju Sumurber. Di lokasi ini, jamaah melakukan tadabur terkait kisah sumur yang disebut memiliki air berwarna merah pada masa Rasulullah.

Dikisahkan oleh Anas bin Malik, ketika Rasulullah sakit akibat sihir, Allah mengutus dua malaikat yang kemudian menunjukkan bahwa sihir tersebut diletakkan di sebuah sumur di bawah batu besar.

Rasulullah kemudian memerintahkan Ammar bin Yasir untuk mendatangi sumur tersebut, menimba air, mengangkat batu, dan menghancurkan sihir itu.

Selanjutnya, jamaah melintasi jalan poros desa di perbatasan Kabupaten Lamongan dan Gresik. Kondisi jalan sebagian masih berupa makadam, dengan tanah merah yang licin akibat hujan semalam. Dalam perjalanan, jamaah turut memanjatkan doa agar diberikan keselamatan.

Kegiatan ditutup dengan kepulangan jamaah ke rumah masing-masing dalam keadaan selamat. Selain menyehatkan tubuh, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat ibadah.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 15/04/2026 10:04
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡