Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Jatam Jawa Timur Konsolidasikan Enam Daerah, Siapkan Jambore Petani di Bojonegoro

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Jatam Jawa Timur Konsolidasikan Enam Daerah, Siapkan Jambore Petani di Bojonegoro
Pertemuan Wilayah Timur Jatam Jawa Timur di Camping Ground Gerbang Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Ahad (18/10/2026). Foto: Abdus Salam/PWMU.CO
pwmu.co -

Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Jawa Timur mempercepat konsolidasi organisasi di enam kabupaten sekaligus menyiapkan Jambore Regional Jatam di Bojonegoro pada Desember 2026. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat jaringan petani, mengembangkan kerja sama usaha, dan memperluas akses pasar produk pertanian anggota.

Agenda tersebut dibahas dalam Pertemuan Wilayah Timur Jatam Jawa Timur di Camping Ground Gerbang Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Ahad (18/10/2026). Pertemuan dihadiri pengurus Jatam dari Probolinggo, Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, dan Bondowoso.

Hadir Ketua Jatam Jawa Timur Annas Sholikhin, Sekretaris Iskhak Subagio, bendahara yang akrab disapa Mas MD, serta Dr. Iffan Gallant El Muhammady yang mewakili Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Annas Sholikhin Tekankan Pentingnya Pertemuan Langsung

Ketua Jatam Jawa Timur Annas Sholikhin menekankan pentingnya pertemuan tatap muka secara rutin untuk memperkuat hubungan antarpengurus dan anggota.

Menurutnya, komunikasi daring perlu dilengkapi dengan perjumpaan langsung agar koordinasi organisasi berkembang menjadi kerja sama nyata.

“Pertemuan secara langsung penting untuk membangun kedekatan, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kerja sama di antara anggota Jamaah Tani Muhammadiyah,” demikian pokok arahan Annas dalam pertemuan tersebut.

Dia mendorong agar pertemuan jaringan Jatam diselenggarakan secara lebih rutin dan berkelanjutan. Dengan begitu, komunikasi antardaerah tidak hanya berkutat pada urusan administrasi, tetapi juga mendorong kolaborasi dalam pemberdayaan petani.

Konsolidasi lintas kabupaten ini menjadi salah satu upaya menghubungkan potensi pertanian di wilayah timur Jawa Timur. Kerja sama tersebut diharapkan mencakup produksi, pengolahan hasil pertanian, pemasaran, hingga pengembangan usaha bersama.

Mewakili MPM PWM Jawa Timur, Dr. Iffan Gallant El Muhammady menyampaikan tiga pesan kepada para penggerak Jatam.

“Niatkan untuk ibadah, bertani untuk menjaga, dan bergeraklah bersama,” pesannya.

Ia mengingatkan bahwa pertanian tidak semata-mata menjadi aktivitas ekonomi, tetapi juga bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan bertani, petani dapat menghadirkan manfaat bagi sesama sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan.

Pesan bertani untuk menjaga menekankan tanggung jawab merawat tanah, lingkungan, dan sumber daya alam serta mendukung keberlanjutan pangan bagi generasi mendatang.

Sementara itu, ajakan untuk bergerak bersama menegaskan pentingnya kekuatan kolektif. Petani di berbagai daerah perlu saling menghubungkan potensi agar memiliki daya tawar lebih baik dalam mengembangkan usaha dan menjangkau pasar.

Pesan tersebut menjadi landasan bagi Jatam untuk mengembangkan gerakan pemberdayaan yang mengintegrasikan nilai keislaman, kepedulian lingkungan, dan kemandirian ekonomi.

Kepengurusan Dikebut, Jambore Disiapkan

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Dalam sesi diskusi yang dimoderatori Qodir, peserta membahas percepatan penyelesaian surat keputusan (SK) kepengurusan Jatam tingkat kabupaten/kota serta persiapan Jambore Regional Jatam.

Dia mengusulkan, daerah yang belum menyelesaikan administrasi kepengurusan segera menuntaskan proses tersebut dalam waktu satu pekan setelah pertemuan.

“Ini akan memperkuat kelembagaan sekaligus memastikan koordinasi organisasi berjalan lebih terstruktur.,” tegasnya

Agenda berikutnya ialah persiapan Jambore Regional Jatam yang direncanakan berlangsung sekitar Desember 2026 dengan Bojonegoro sebagai tuan rumah.

Kawasan kompleks DPRD Kabupaten Bojonegoro dan fasilitas seperti GOR Bojonegoro direncanakan menjadi bagian dari lokasi kegiatan. Jambore tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan anggota, tetapi juga membuka peluang kerja sama ekonomi bagi petani.

Sejumlah agenda yang direncanakan meliputi pameran produk pertanian, bazar, forum inspirasi, lokakarya pengembangan klaster pertanian, business matching, penjajakan peluang ekspor, pengenalan teknologi pertanian, serta peluncuran buku tentang Jatam dan pemberdayaan masyarakat Jawa Timur.

Melalui agenda tersebut, Jatam ingin mempertemukan pelaku pertanian dengan calon mitra usaha sekaligus memperluas peluang pemasaran produk anggota.

Kenalkan Potensi Pertanian Banyuwangi

Pertemuan Wilayah Timur Jatam juga diisi dengan kegiatan yang menghubungkan penguatan nilai keagamaan, kepedulian lingkungan, dan pengenalan potensi ekonomi lokal.

Rangkaian kegiatan meliputi pengajian Ahad pagi, penanaman pohon di kawasan Camping Ground Gerbang Raung, kunjungan ke gudang jagung, serta kunjungan ke tempat pengolahan kopi dan pengenalan kopi robusta di Kopi Hanum.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan gerakan keagamaan dengan praktik pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian.

Konsolidasi enam daerah ini diharapkan menjadi pijakan bagi Jatam Jawa Timur untuk memperkuat jejaring petani dan mengembangkan kolaborasi usaha lintas kabupaten.

Dengan semangat “Niatkan untuk ibadah, bertani untuk menjaga, dan bergeraklah bersama”, Jatam berupaya mendorong pertanian bukan hanya sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai jalan pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 18/10/2026 19:33
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu