Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kembali ke Pesantren, Kembali ke Hati: Hangatnya Halalbihalal Santri Al Mizan Putra Usai Ramadan 1447 H

Iklan Landscape Smamda
Kembali ke Pesantren, Kembali ke Hati: Hangatnya Halalbihalal Santri Al Mizan Putra Usai Ramadan 1447 H
Ustadz Husnul Aqib saat memberikan tausiyah dalam halalbihalal Al Mizan Putra. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ahad (29/3/2026) pagi itu, suasana Masjid Al-Ghoihab Al Mizan tampak berbeda. Satu per satu santri putra Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan mulai berdatangan, menenteng tas dan membawa semangat baru selepas libur Ramadan 1447 Hijriah. Wajah-wajah rindu bertemu kembali dengan suasana pesantren terpancar jelas, berpadu dengan nuansa Syawal yang masih hangat.

Hari itu bukan sekadar kembalinya aktivitas pesantren. Lebih dari itu, menjadi momentum menyambung hati melalui rangkaian istihlal antara pimpinan dan wali santri di pagi hari, yang kemudian berlanjut dengan halalbihalal santri bersama dewan ustadz pada malam harinya.

Dalam balutan kebersamaan, Kepala Kesantrian Putra, Husnul Aqib, membuka tausiyahnya dengan penuh kehangatan. Ia menyampaikan selamat datang kembali kepada seluruh santri, seraya mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minkum, minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.”

Namun, suasana haru semakin terasa ketika ia mewakili para ustadz untuk menyampaikan permohonan maaf kepada para santri. Sebuah pengakuan tulus atas kemungkinan adanya kekurangan selama mendidik sebelum Ramadan.

“Sejatinya pintu maaf itu ada pada diri kita sendiri. Jika kita tidak memaafkan, maka hati kita akan sempit dan menyisakan masalah,” tuturnya.

Pesan itu mengalir sederhana, namun mengena. Bahwa memaafkan bukan hanya tentang orang lain, melainkan tentang kelapangan hati diri sendiri. Ia pun mengingatkan, Allah Maha Pemaaf, dan Rasulullah adalah teladan dalam memberi maaf.

Dalam momen reflektif itu, santri juga diajak untuk tidak menunda meminta maaf kepada orang tua. “Kalau masih ada yang belum meminta maaf kepada orang tua, nanti saat kunjungan, jangan sampai terlewatkan,” pesannya mengingatkan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Tak hanya tentang maaf, Syawal juga menjadi pintu untuk melanjutkan kebaikan. Husnul Aqib menyampaikan rencana puasa Syawal yang akan dilaksanakan bersama, sebagaimana tradisi Al Mizan di tahun-tahun sebelumnya.

“InsyaAllah, kita akan melaksanakan puasa Syawal bersama antara ustadz dan seluruh santri. Karena siapa yang berpuasa Ramadan lalu dilanjutkan dengan puasa Syawal, maka seperti berpuasa setahun penuh,” jelasnya.

Di sinilah pesantren kembali menjalankan perannya bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang pembiasaan. Membiasakan kebaikan, menanamkan kedisiplinan, dan melatih keistiqamahan sejak usia muda.

Sebab, seperti yang diingatkan dalam penutupnya, masa muda adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik. Harapannya, apa yang ditanam hari ini akan tetap tumbuh dan terjaga hingga masa tua nanti.

Kemudian acara ditutup dengan berjabat tangan antara santri dengan ustadz. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡