Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kemenangan Sejati: Kesungguhan Meninggalkan Dosa di Hari Idul Fitri

Iklan Landscape Smamda
Kemenangan Sejati: Kesungguhan Meninggalkan Dosa di Hari Idul Fitri
Ustadz Muhlas Effendi,S.T
Oleh : Ustadz Muhlas Effendi, S.T Kepala SMK Muhammadiyah 5 Srono

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Amma ba’du,

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa.

Pada pagi hari yang penuh berkah ini, kita semua berkumpul dalam suasana Idul Fitri yang penuh kebahagiaan. Takbir berkumandang, kita mengenakan pakaian terbaik, serta saling memaafkan.

Hari ini kita menyebutnya sebagai hari kemenangan.

Namun demikian, marilah kita merenung sejenak. Apakah kemenangan ini semata-mata karena kita telah menahan lapar dan dahaga selama bulan Ramadhan? Ataukah karena kita dapat menikmati berbagai hidangan dan kebahagiaan duniawi?

Sesungguhnya, kemenangan sejati tidaklah diukur dari hal-hal tersebut.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ramadhan yang telah kita lalui merupakan madrasah ruhani yang melatih kita untuk menahan diri. Akan tetapi, seringkali kita hanya mampu menahan diri di hadapan manusia, bukan di hadapan Allah.

Kita mampu menjaga diri ketika dilihat orang lain, namun bagaimana ketika kita sendirian? Bagaimana ketika tidak ada seorang pun yang melihat selain Allah?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi.” (QS. Al-An’am: 120)

Ayat ini menegaskan bahwa kita diperintahkan untuk meninggalkan seluruh dosa, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Fenomena yang terjadi saat ini sangat memprihatinkan. Kesalehan seringkali hanya menjadi tampilan luar. Seseorang terlihat baik di hadapan manusia, namun melakukan kemaksiatan ketika sendirian.

Bahkan ada yang menunda maksiat hanya karena Ramadhan, lalu berniat mengulanginya setelah Idul Fitri.

Jika sikap ini masih ada dalam diri kita, maka sesungguhnya kita belum meraih kemenangan.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa akan ada suatu kaum yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala sebesar gunung, namun Allah menjadikannya debu yang berterbangan. Hal ini terjadi karena mereka bermaksiat ketika dalam keadaan sendirian.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Oleh karena itu, marilah kita bertekad untuk meraih kemenangan sejati dengan cara:

  1. Menanamkan muraqabatullah (merasa diawasi Allah). Allah selalu melihat setiap perbuatan kita.
  2. Tidak menjadi hamba Ramadhan saja, tetapi menjadi hamba Allah sepanjang waktu.
  3. Memutus akses terhadap kemaksiatan dengan meninggalkan lingkungan dan kebiasaan buruk.
  4. Tidak meremehkan dosa kecil, karena dosa kecil yang terus dilakukan dapat merusak hati.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hari ini kita kembali dalam keadaan suci. Maka jagalah kesucian ini dan jangan dikotori kembali dengan dosa.

Jadilah kita sebagai pemenang sejati, yaitu mereka yang benar-benar meninggalkan dosa, bukan sekadar menyembunyikannya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.

Alhamdulillah حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.

Di hari yang fitri ini, marilah kita melakukan muhasabah (introspeksi diri). Mungkin selama ini kita mampu menutupi dosa dari pandangan manusia, namun tidak dari Allah.

Oleh karena itu, marilah kita bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya, serta bertekad untuk tidak kembali kepada dosa-dosa yang telah lalu.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Sucikanlah hati kami dan kuatkan kami untuk tetap istiqamah di jalan-Mu.

Ya Allah, jadikan Ramadhan yang telah berlalu sebagai penghapus dosa kami, dan jadikan Syawal ini sebagai awal kehidupan baru yang lebih baik.

Ya Allah, damaikan keluarga kami, masyarakat kami, dan negeri kami Indonesia. Jauhkan kami dari perpecahan, fitnah, dan bencana.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.

Hari/Tanggal: Jumat, 20 Maret 2026
Tempat: Lapangan Wirabumi, Srono, Banyuwangi

Revisi Oleh:
  • Satria - 19/03/2026 14:39
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡