Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merevitalisasi 3.134 dari 3.178 sekolah sasaran yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Capaian tersebut mencapai 98,62 persen berdasarkan data hingga 20 Oktober 2026.
Untuk mendukung pemulihan layanan pendidikan di tiga provinsi tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 triliun. Program ini menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen memperbaiki sarana pendidikan sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung.
Dalam siaran pers Kemendikdasmen pada Selasa (27/10/2026), pemulihan sekolah terdampak bencana menjadi salah satu program yang dijalankan di tengah upaya memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selain penanganan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, revitalisasi untuk penanganan bencana lainnya telah menjangkau 747 dari 749 sekolah sasaran atau 99,73 persen.
Revitalisasi 55.451 Satuan Pendidikan
Secara keseluruhan, program revitalisasi dan pembangunan satuan pendidikan telah menjangkau 55.451 sekolah sepanjang 2025–2026. Jumlah tersebut mencakup 16.167 satuan pendidikan pada 2025 dan 39.284 satuan pendidikan pada 2026 hingga 20 Oktober.
Pada 2025, realisasi program mencapai 16.167 satuan pendidikan, melampaui target 10.440 satuan pendidikan. Kemendikdasmen mencatat 99,96 persen pembangunan pada periode tersebut telah selesai.
Sementara itu, pada 2026, program revitalisasi telah menjangkau 39.284 satuan pendidikan dari target 31.744 atau mencapai 123,75 persen.

Pelaksanaan program dilakukan melalui skema swakelola dengan penyaluran dana langsung ke sekolah. Mekanisme tersebut melibatkan lebih dari 58 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta menyerap sekitar 238 ribu tenaga kerja.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, capaian dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan perbaikan layanan pendidikan.
“Dua tahun pertama ini merupakan periode penting untuk membangun fondasi pendidikan bermutu bagi semua. Angka-angka capaian yang kita raih hari ini bukanlah hasil akhir, melainkan parameter dan tolok ukur bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Mu’ti dalam Taklimat Media Dua Tahun Capaian Kemendikdasmen di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Perluas Dukungan Infrastruktur Pendidikan
Selain memperbaiki bangunan sekolah, Kemendikdasmen menjalankan program digitalisasi pembelajaran. Pada 2025, sebanyak 288.865 sekolah menerima perangkat papan interaktif digital (PID) beserta perangkat pendukung.
Pada 2026, distribusi PID tercatat mencapai 72.258 unit dari target 742.536 unit. Pemerintah juga menyediakan akses listrik bagi 2.389 sekolah dan akses internet bagi 8.152 sekolah. Pendampingan pemanfaatan PID telah menjangkau 126.097 sekolah.
Dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan juga dilakukan melalui pengembangan kompetensi guru. Sepanjang 2025–2026, sebanyak 868.615 guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu.
Selain itu, sebanyak 186.160 pendidik dan tenaga kependidikan menyelesaikan pelatihan Pembelajaran Mendalam. Sebanyak 53.023 guru mengikuti pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (AI), sedangkan 114.288 guru mengikuti pelatihan pendidikan inklusif.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen memperkuat layanan pendidikan, mulai dari pemulihan sarana sekolah terdampak bencana hingga peningkatan dukungan pembelajaran.
Melalui program revitalisasi dan pembangunan satuan pendidikan, pemerintah menargetkan lingkungan belajar yang lebih layak serta akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments