Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketahanan Nasional sebagai Pilar Kekuatan Bangsa

Iklan Landscape Smamda
Ketahanan Nasional sebagai Pilar Kekuatan Bangsa
pwmu.co -
Oleh Mohammad Abdul Karim – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya

PWMU.CO – Sebagai mahasiswa yang sedang belajar memahami jati diri bangsa dan arah masa depan negara, saya semakin menyadari bahwa ketahanan nasional bukan sekadar jargon kenegaraan. Ia adalah pondasi utama yang menopang kekuatan Indonesia sebagai bangsa yang besar dan majemuk. Ada pertanyaan dalam benak saya yang sering muncul, yaitu: “apa sebenarnya kekuatan sejati suatu bangsa?”

Jawaban yang saya temukan tidak hanya mencakup kekayaan sumber daya alam, jumlah penduduk, atau kekuatan militer, melainkan juga terletak pada kemampuan kita sebagai bangsa untuk bertahan, beradaptasi, dan bersatu dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dan perubahan.

Makna ketahanan nasional di era modern

Menurut saya, ketahanan nasional mencakup lebih dari sekadar pertahanan fisik. Ia merangkul berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara — mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan dan keamanan. Dalam istilah ketahanan nasional Indonesia, ini dikenal sebagai astagatra, yaitu tiga gatra alamiah dan lima gatra sosial.

Di era digital dan keterbukaan informasi seperti sekarang, bentuk ancaman terhadap ketahanan nasional  pun berubah. Kita tidak hanya berbicara tentang invasi militer, tetapi juga tentang perang informasi, infiltrasi budaya asing, polarisasi sosial, hingga krisis identitas nasional. Hal-hal tersebut yang membuat ketahanan nasional menjadi semakin penting dan relevan.

Saya juga melihat kondisi dunia yang serba cepat berubah dan ketidakpastian telah membuat bangsa manapun harus memiliki sistem pertahanan non-fisik yang tangguh. Krisis global seperti pandemi, konflik internasional, dan ketegangan geopolitik menuntut kita untuk tidak hanya cepat bereaksi, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan.

Di sini, saya merasa pentingnya peran kebijakan negara yang berpihak pada rakyat, serta pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Ketahanan nasional yang kuat akan tercermin dari kemampuan negara dalam memastikan semua warga mendapatkan hak dasar — pendidikan, kesehatan, dan rasa aman — terlepas dari latar belakang ekonomi dan sosial.

Peran generasi muda dalam menjaga ketahanan bangsa

Sebagai generasi muda, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga dan memperkuat ketahanan nasional. Mungkin tidak harus melalui aksi besar, tapi bisa dimulai dari hal-hal sederhana,diantaranya yaitu:

  • Menyaring informasi yang kita terima dan tidak mudah termakan hoaks.
  • Menumbuhkan sikap toleransi dalam pergaulan sehari-hari.
  • Bangga menggunakan produk lokal dan mencintai budaya Indonesia.
  • Aktif berkontribusi melalui organisasi, kegiatan sosial, atau karya kreatif yang membangun citra positif bangsa.

Saya percaya, jika setiap individu mau menjalankan perannya secara sadar dan konsisten, ketahanan nasional pasti akan semakin kokoh. Negara yang kuat tidak hanya terletak pada pemerintahnya yang hebat, tapi juga rakyatnya yang berdaya dan bersatu.

Secara pribadi saya melihat keterlibatan mahasiswa dalam isu-isu nasional merupakan hal yang sangat penting. Melalui diskusi, penelitian, dan aksi nyata, mahasiswa tentu bisa menjadi agen perubahan untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan agar tetap hidup di tengah godaan pragmatisme zaman.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Di media sosial, misalnya, kita punya ruang luas untuk menyuarakan hal-hal positif. Bukan justru ikut menyebar ujaran kebencian atau informasi palsu. Jadikanlah media untuk mengedukasi dan menginspirasi orang lain agar lebih cinta tanah air.

Karena ketahanan nasional menjadi proyek jangka panjang yang harus dikerjakan bersama, sehingga hanya menjadi tugas pemerintah saja. Proyek ketahanan nasional ini juga menjadi tanggungjawab masyarakat sipil, pelajar, akademisi, dan semua lapisan warga negara. Ia hanya semata-mata menyangkut hal pertahanan, melainkan soal kesadaran, solidaritas, dan komitmen untuk terus menjaga keutuhan bangsa dalam segala kondisi.

Saat dinamika dunia kian tidak menentu, saya yakin bahwa bangsa Indonesia akan terus bertahan, selama kita tetap menjaga nilai-nilai persatuan, menjunjung tinggi Pancasila, dan tidak melupakan akar budaya kita sendiri.

Ketahanan nasional bukanlah sesuatu yang dibentuk dalam semalam, tapi hasil dari proses panjang, konsisten, dan kolaboratif. Perbedaan suku, agama, bahasa, dan latar belakang, merupakan sebuah kekuatan jika kita saling memahami dan bekerja sama. Dalam keberagaman, saya melihat harapan; dan dalam ketahanan nasional, saya melihat masa depan Indonesia yang lebih kuat.

Selain itu, saya memandang penting untuk terus menumbuhkan kesadaran akan arti ketahanan nasional melalui pendidikan, baik formal maupun informal. Diskusi di kelas, seminar, dan berbagai kegiatan kampus dapat menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa. Kita tidak boleh lelah untuk terus belajar dan memahami bagaimana bangsa ini dapat bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan.***

Editor Notonegoro

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu