Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim Apresiasi Perkembangan Al Mizan saat Buka Al Mizan Islamic Festival 2025

Iklan Landscape Smamda
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim Apresiasi Perkembangan Al Mizan saat Buka Al Mizan Islamic Festival 2025
Prof Khozin saat memberikan sambutan sekaligus membuka Al Mizan Islamic Festival 2025. (Alfain/PWMU.CO)
pwmu.co -

Al Mizan Islamic Festival 2025 resmi dibuka oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, Prof Dr Khozin MSi, Sabtu (6/9/2025).

Acara ini berlangsung di Asrama Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan Putra.

Sebanyak 240 peserta tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Jawa Timur bersama guru pendamping memenuhi arena pesantren. Suasana pembukaan terasa meriah ketika Prof Khozin menguji semangat peserta dengan jargon khasnya.

“Semangat pagi!” serunya lantang. Serentak para peserta menjawab, “Pagi, pagi, pagi. Luar biasa, tetap semangat, Allahu Akbar!” sambil mengepalkan tangan ke udara.

Uji Pengetahuan dengan Hadiah

Sebelum menyampaikan sambutan, Prof Khozin memberi tiga pertanyaan spontan. Pertama, “Siapa nama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI?” Seorang peserta maju menjawab, “Prof Dr Abdul Mu’ti MEd.” Jawaban itu disambut ucapan benar, lalu Prof Khozin menghadiahi uang Rp50 ribu.

Pertanyaan kedua, “Siapa Ketua Umum PP Muhammadiyah saat ini?” Dijawab tepat oleh peserta lain: “Prof Dr Haedar Nashir MSi,” yang juga langsung diganjar hadiah.

Terakhir, Prof Khozin meminta peserta menyebutkan “Tujuh Kebiasaan Hebat Anak Indonesia.” Seorang siswa pun mampu menjawab dengan benar.

“Anak-anak kita luar biasa ya. Wawasannya luas. Ditanya menterinya siapa bisa jawab, ditanya Ketua Umum Muhammadiyah bisa jawab. Bahkan ada yang bangun jam dua atau jam tiga pagi. Itu tanda disiplin. Kalau mau pintar, jangan kebanyakan tidur dan jangan makan berlebihan,” pesan Prof Khozin.

Pesan tentang Budaya dan Peradaban

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dalam sambutannya, Prof Khozin menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar lomba, tetapi momentum penting untuk meneguhkan budaya dan peradaban Islam.

“Festival itu adalah perayaan. Tapi perayaan kita adalah budaya Islam. Budaya itu bukan hanya gagasan, tapi juga sikap nyata. Kalau hanya ide tanpa aksi, tidak akan terwujud. Maka saya apresiasi panitia yang berani menyelenggarakan acara besar ini,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar para peserta menekuni bidangnya dengan sungguh-sungguh. “Kalau ingin jadi ahli kaligrafi, jangan setengah-setengah. Kalau ingin juara qiraah, belajar dengan serius. Lulusan Al Mizan harus tampil dengan prestasi: hafal al-Qur’an, juara qiraah, punya karya yang dihargai,” tegasnya.

Peserta saat mengikuti pembukaan Al Mizan Islamic festival 2025. (Alfain/PWMU.CO)

Al Mizan yang Berkembang

Prof Khozin mengaku kagum pada perkembangan Panti Asuhan dan Ponpes Al Mizan Muhammadiyah Lamongan. “Banyak panti dan pesantren di Indonesia, tapi belum ada yang berkembang seperti Al Mizan. Katanya ada 750 lebih santri di sini. Ini bukti Al Mizan berbeda dan maju,” pujinya.

Ia berharap Al Mizan Islamic Festival bisa menjadi wadah tumbuhnya generasi unggul. “Ikuti lomba dengan obsesi jadi juara. Kalau sekarang belum juara, itu namanya keberhasilan yang tertunda. Coba lagi, dan insyaAllah akan berhasil,” katanya memotivasi.

Acara pembukaan ditutup dengan bersama-sama membaca basmalah. Setelah itu, berbagai lomba dalam rangkaian Al Mizan Islamic Festival 2025 pun resmi dimulai.

Memperlombahkan MTQ, Kaligrafi, Tahfidzul Qur’an, Pidato Bahasa Indonesia, dan Olimpiade PAI. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡