Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karang Pilang, M. Choiruddin, M.Ag., mengingatkan guru dan jajaran pimpinan SD Muhammadiyah 22 Surabaya agar tidak hanya menjalankan tugas pendidikan, tetapi juga aktif menggerakkan dakwah dan perjuangan Muhammadiyah.
Pesan tersebut disampaikan dalam pelantikan Wakil Kepala Sekolah dan Kepala Urusan (Kaur) SD Muhammadiyah 22 Surabaya periode 2026–2030 di Hall K.H. Mas Mansyur, Jumat (30/10/2026).
Dalam sambutannya, Choiruddin menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial atau pergantian struktur organisasi. Jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dijalankan sesuai dengan nilai dan prinsip perjuangan Muhammadiyah.
“Bapak, Ibu, pelantikan ini bukan sebagai seremonial, melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan sesuai dengan prinsip persyarikatan,” tegasnya.
Selain mengingatkan tanggung jawab kepemimpinan, Choiruddin mengajak para guru membangun hubungan kerja yang terbuka dan tidak membatasi pergaulan berdasarkan kelompok tertentu. Menurutnya, kebersamaan di lingkungan sekolah penting untuk menciptakan suasana kerja yang harmonis.
Ia juga mengingatkan bahwa guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi harus menjadi teladan atau uswatun hasanah bagi peserta didik.
“Jangan suka berkelompok-kelompok, bergerombol dengan satu golongan saja, melainkan harus saling membaur. Sebab, guru itu uswatun hasanah bagi siswa-siswinya,” ujarnya.
Peningkatan Mutu dan Profesionalitas Guru
Choiruddin juga menyinggung hubungan antara pembiayaan pendidikan dan kualitas layanan sekolah. Menurutnya, peningkatan biaya pendidikan harus diimbangi dengan perbaikan mutu pembelajaran, pelayanan, serta profesionalitas tenaga pendidik.
“Kalau bisa biaya ditingkatkan, akan tetapi sebagai bapak dan ibu pimpinan maupun guru juga harus fair. Seluruh peningkatan mutu dan pelayanan harus terus ditingkatkan, termasuk kualitas gurunya,” ungkapnya.
Ia mendorong manajemen sekolah terus dibenahi agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas dan menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan lainnya.
Guru sebagai Penggerak Dakwah Muhammadiyah
Lebih lanjut, Choiruddin mengingatkan bahwa tugas guru di sekolah Muhammadiyah tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menghidupkan kegiatan dan dakwah persyarikatan.
Ia mengajak para guru kembali menghayati prinsip-prinsip Muhammadiyah serta mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk menghadiri kajian yang diselenggarakan PCM maupun PDM.
“Kita mengajar jangan hanya sekadar, Bu. Mari kita sebagai guru Muhammadiyah juga ikut aktif menggerakkan Muhammadiyah, minimalnya ikut meramaikan kajian-kajian di Muhammadiyah,” ajaknya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa guru di lingkungan pendidikan Muhammadiyah memiliki peran tidak hanya dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan menguatkan dakwah persyarikatan di tengah masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments