Suasana penuh semangat kebersamaan tampak mewarnai kegiatan Turba (Turun ke Bawah) ke-6 Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan yang digelar pada Sabtu, (11/10/2025). Acara tersebut berlangsung di Masjid At-Taqwa Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dari empat kecamatan, yakni Ngimbang, Sukorame, Bluluk, dan Sambeng.
Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, Ketua PDPM Lamongan, Husnul Abid Saputra, menyampaikan sambutan yang sarat makna dan motivasi bagi seluruh kader pemuda Muhammadiyah. Ia mengawali sambutannya dengan mengucapkan terima kasih atas penyambutan hangat dari tuan rumah serta seluruh jajaran PCPM yang hadir.
“Atas nama PDPM Lamongan dan jajaran, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan yang luar biasa ini. Semoga penyambutan ini menjadi ladang pahala dan rezeki, bukan hanya rezeki berupa materi, tetapi juga rezeki berupa kesehatan, keberkahan, dan kebersamaan,” ujar Husnul Abid dalam sambutannya.
Menurut Husnul Abid, kegiatan Turba bukan sekadar agenda rutin, melainkan juga sarana silaturahmi dan konsolidasi organisasi. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari Turba ke-6 ini adalah untuk mendengar langsung masukan, kendala, serta perkembangan program kerja di tingkat cabang, yang nantinya akan dijadikan bahan pembahasan dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) PDPM Lamongan pada Desember mendatang.
“Turba ini bukan hanya sekadar datang dan bersilaturahmi, tapi juga wadah berdiskusi tentang arah gerak Pemuda Muhammadiyah ke depan. Kita ingin mendengarkan langsung dari cabang, apa yang menjadi kendala dan apa yang perlu dikembangkan,” tutur Abid.
Ia menambahkan bahwa organisasi yang baik harus dijalankan dengan kesungguhan dan rasa tanggung jawab, bukan hanya berhenti pada tataran wacana atau tulisan.
“Kita harus menjalankan kegiatan dengan sungguh-sungguh, jangan hanya berhenti di atas kertas. Meski anggota kita sedikit, jangan pernah menyerah. Sekecil apa pun kegiatan kita, pasti akan membawa manfaat bagi masyarakat dan jamaah,” imbuhnya.
Pentingnya Menjalankan Amanah Kepemimpinan
Dalam bagian lain sambutannya, Husnul Abid menekankan pentingnya menjalankan amanah kepemimpinan dengan sebaik-baiknya, karena setiap tanggung jawab, sekecil apa pun, akan dimintai pertanggungjawaban.
“Kita ini diamanahi sebagai pemimpin, dan setiap amanah pasti akan diminta pertanggungjawaban. Bahkan memimpin diri sendiri saja akan dimintai pertanggungjawaban, apalagi organisasi,” tegasnya
Abid juga mengingatkan agar setiap kader memiliki semangat keteladanan dan tanggung jawab moral dalam berorganisasi. Menurutnya, di tengah kesibukan para anggota yang beragam mulai dari guru, pengusaha, hingga karyawan semangat memiliki dan rasa cinta terhadap organisasi harus tetap dijaga.
“Orang-orang di sekitar kita sebenarnya sangat membutuhkan contoh yang baik. Maka dari itu, pimpinan di atas harus mampu menjadi teladan bagi anggotanya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abid menjelaskan bahwa terdapat tiga landasan penting dalam menjalankan organisasi Pemuda Muhammadiyah. Pertama, tauhid atau keyakinan bahwa dengan niat dan usaha yang kuat, organisasi akan berjalan dengan baik.
Kedua, persyarikatan atau kebersamaan, karena Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan persyarikatan yang menekankan kerja sama dan koordinasi. Ketiga, inovasi, yaitu kemampuan untuk berkreasi dan melahirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita harus yakin bahwa setiap langkah dalam organisasi ini bernilai ibadah. Lalu kita harus bersyarikat, artinya bergerak bersama-sama. Dan terakhir, kita perlu berinovasi agar Pemuda Muhammadiyah bisa terus relevan dengan zaman,” paparnya.
Perkuat Solidaritas Berorganisasi
Menutup sambutannya, Husnul Abid berpesan kepada seluruh kader untuk selalu menjaga ucapan, prasangka, dan hati dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa perpecahan sering kali muncul bukan karena perbedaan pendapat, melainkan karena lisan dan prasangka yang tidak terjaga.
“Keselamatan seseorang tergantung pada lisannya. Perselisihan sering muncul karena ucapan atau prasangka kita. Maka jagalah hati, agar organisasi ini tetap berjalan dengan baik,” pesan Abid.
Kegiatan Turba ke-6 PDPM Lamongan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas, mempererat ukhuwah, serta mempertegas komitmen kader dalam menggerakkan roda organisasi. Dengan semangat tauhid, kebersamaan, dan inovasi, Pemuda Muhammadiyah Lamongan diharapkan mampu terus melahirkan kader-kader tangguh yang siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan persyarikatan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments