Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KH Mulyono Tegaskan Pentingnya Nilai-Nilai Muhammadiyah sebagai Dasar Transformasi Kampus

Iklan Landscape Smamda
KH Mulyono Tegaskan Pentingnya Nilai-Nilai Muhammadiyah sebagai Dasar Transformasi Kampus
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, KH Mulyono di Raker ITBADLA. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, K.H. Mulyono menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai Muhammadiyah sebagai dasar setiap proses transformasi kampus. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan identitas gerakan.

Hal tersebut ia sampaikan pada saat sesi pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Rapat Kerja (Raker) Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan (ITBADLA) yang digelar di ruang pertemuan Golden Tulip Holland Resort pada Selasa (25/11/2025).

Raker ini menjadi momentum penting bagi kampus dalam merumuskan arah pengembangan institusi ke depan. Di tengah upaya ITBADLA melakukan pembaruan tata kelola dan penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), nilai-nilai persyarikatan harus tetap menjadi fondasi utama.

“Fondasi utama perguruan tinggi Muhammadiyah adalah nilai-nilai yang menjadi identitas gerakan. Transformasi boleh dilakukan selama tetap terikat pada prinsip itu,” ujarnya.

Pesan tersebut mengalir seiring transisi pembahasan tema raker yang menyoroti tuntutan global terhadap perguruan tinggi agar lebih adaptif.

Meski berada dalam arus perubahan yang cepat, Mulyono menekankan bahwa identitas Muhammadiyah harus menjadi pedoman dalam merancang transformasi tata kelola yang akuntabel dan kurikulum responsif kebutuhan industri.

Dialog sesi pembinaan berlanjut pada pembahasan agenda raker bertema Transformasi Tata Kelola dan Kurikulum Berbasis OBE dalam Mewujudkan Kampus Berdampak.

Agenda strategis ini memuat evaluasi kompetensi lulusan, penataan proses akademik, serta penguatan kebijakan agar kampus semakin adaptif dan relevan dengan masa depan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Lebih jauh, Mulyono menegaskan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari perubahan struktur administratif atau desain kurikulum baru.

Menurutnya, transformasi sejati harus mampu melahirkan lingkungan akademik yang kokoh dalam etika, moderasi, serta komitmen keislaman. Menurutnya, perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai tersebut.

“Jika nilai itu hilang, maka yang tersisa hanyalah institusi pendidikan tanpa ruh,” tegasnya menutup sesi pembinaan.

Selama dua hari pelaksanaan raker, ITBADLA meneguhkan komitmennya untuk membangun kampus yang berdampak, bukan hanya melalui pembaruan regulasi dan struktur, tetapi juga dengan menjaga jati diri sebagai bagian dari persyarikatan.

Pesan Mulyono menjadi pengingat penting bahwa modernisasi dan nilai-nilai Muhammadiyah harus bergerak seiring dalam membentuk arah pendidikan yang berkemajuan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu