Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah Anak Panti Mempersembahkan Medali Untuk Sekolahan di ajang ME Award

Iklan Landscape Smamda
Kisah Anak Panti Mempersembahkan Medali Untuk Sekolahan di ajang ME Award
Arjuna Satria Bayu Pamungkas raih medali perunggu di ME Award tahun 2026 (Roisul Umam Asy-Syauqi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Arjuna Satria Bayu Pamungkas, siswa kelas VI SD Muhammadiyah 5 Kota Malang, mempersembahkan medali perunggu bagi sekolahnya dalam ajang Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026).

Arjuna menjadi satu-satunya peserta dari sekolahnya yang berhasil melaju hingga babak final pada cabang lomba Ismu Arab. Prestasi tersebut terasa istimewa karena Arjuna harus menjalani rangkaian kompetisi seorang diri setelah teman satu kelasnya, Dmitry Loveyko Anabel Salam, tidak lolos dari babak penyisihan.

ME Awards 2026 merupakan ajang kompetisi bagi siswa dan guru di lingkungan sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Arjuna merupakan anak asal Jawa Tengah yang sejak kecil merantau ke Malang. Saat ini, ia tinggal di salah satu panti asuhan Muhammadiyah di Kota Malang. Meski harus mengikuti kompetisi tanpa banyak teman satu sekolah di sekitarnya, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berkompetisi.

Berjuang Seorang Diri

Pada ME Awards 2026, SD Muhammadiyah 5 Kota Malang mengikutsertakan Arjuna dan Dmitry pada cabang Ismu Arab. Keduanya dipilih karena dinilai memiliki kemampuan dalam memahami materi Bahasa Arab selama proses pembelajaran di sekolah.

Dari dua peserta tersebut, Arjuna berhasil melewati babak penyisihan dan melanjutkan perjuangan ke babak final. Sementara itu, Dmitry harus mengakhiri kompetisi setelah belum berhasil lolos dari babak penyisihan.

Guru pendamping Arjuna mengaku terharu melihat perjuangan siswanya. Menurutnya, Arjuna tetap percaya diri meskipun harus mengikuti kompetisi tanpa rombongan peserta sebanyak yang dimiliki sekolah lain.

“Arjuna tetap bersemangat meskipun dia sendiri. Berbeda dengan sekolah-sekolah lain yang mengirimkan banyak peserta sehingga mereka bisa bermain dan berbincang bersama. Namun, hal itu tidak membuat Juna minder. Dia mampu menunjukkan bahwa dirinya bisa berjuang dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Perjuangan tersebut akhirnya berbuah medali perunggu. Capaian itu sekaligus menambah catatan prestasi Arjuna dalam kompetisi yang diikutinya.

Cepat Memahami Materi

Menurut guru-gurunya, Arjuna merupakan salah satu siswa yang memiliki kemampuan akademik cukup baik. Ia dinilai cepat memahami materi yang disampaikan selama pembelajaran di kelas.

Kemampuan tersebut juga terlihat ketika Arjuna mengikuti pembelajaran Bahasa Arab. Karena dinilai mudah memahami materi, ia bersama Dmitry dipercaya mewakili sekolah dalam cabang Ismu Arab pada ME Awards 2026.

SMPM 5 Pucang SBY

Guru pendamping juga menyebut kemampuan Arjuna tidak terlepas dari proses pembelajaran yang dijalaninya di sekolah. Ia juga mendapat dukungan dari guru dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

Bagi Arjuna, keberhasilan meraih medali perunggu bukan hanya tentang hasil perlombaan. Prestasi tersebut menjadi buah dari keberanian untuk mengikuti kompetisi, melewati babak penyisihan, hingga bertahan di tengah persaingan peserta dari berbagai sekolah Muhammadiyah.

Sekolah Apresiasi Perjuangan Arjuna

Kepala SD Muhammadiyah 5 Kota Malang, Maslikah, S.Pd., turut menyampaikan kebanggaannya atas capaian Arjuna.

Ia mengapresiasi perjuangan Arjuna sekaligus menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah mendampingi dan mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti berbagai kompetisi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Arjuna, tetapi juga bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 5 Kota Malang.

Dukungan dan pembinaan dari guru menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Medali perunggu yang diraih Arjuna menjadi bukti bahwa keterbatasan kondisi tidak harus menjadi penghalang untuk berprestasi. Dengan kesempatan, pendampingan, dan keberanian untuk berkompetisi, setiap peserta didik memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Bagi SD Muhammadiyah 5 Kota Malang, capaian Arjuna di ME Awards 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus belajar, berani mencoba, dan mengembangkan potensi masing-masing. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu