Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kreativitas Tanpa Batas: Pop Up Book Anak Mumtaz Jadi Media Belajar

Iklan Landscape Smamda
Kreativitas Tanpa Batas: Pop Up Book Anak Mumtaz Jadi Media Belajar
Proses pembuatan Pop U[ Book (Laela Fauziah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kertas warna-warni bertebaran di atas meja, gunting dan lem berpindah dari satu tangan ke tangan lain, sementara wajah-wajah ceria tak henti dipenuhi tawa dan rasa penasaran. Begitulah suasana pagi di SD Muhammadiyah 1–2 Taman (SD Mumtaz), Rabu (1/10/2025). Bukan sekadar belajar, hari itu menjadi awal perjalanan kreatif siswa dalam Sumatif Tengah Semester 1 (STS 1) yang dikemas berbeda: melalui karya Pop Up Book, buku tiga dimensi penuh imajinasi dan ilmu.

Berbeda dengan ujian tradisional yang identik dengan tes tertulis, SD Mumtaz sejak tiga tahun terakhir konsisten menerapkan konsep Project Based Learning (PjBL) dalam sumatif. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya diuji secara akademis, tetapi juga dilatih berpikir kritis, berkreasi, dan mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata.

Untuk kelas 4 tahun ini, siswa ditantang membuat karya kreatif berupa Pop Up Book. Buku tiga dimensi ini bukan sekadar hasil seni, tetapi juga sarana pembelajaran terpadu yang menggabungkan tiga mata pelajaran sekaligus: Al-Islam, Bahasa Arab, dan Keterampilan Membaca dan Diskusi (KMD). Dengan begitu, anak-anak belajar memahami materi secara utuh dan menyenangkan.

Sejak pagi, ruang kelas dipenuhi suasana antusias. Meja-meja tertata dengan berbagai alat dan bahan: kertas bufalo warna-warni, gunting, lem, spidol, crayon, double tape, hingga hiasan kecil. Ada siswa yang serius menggunting pola, ada yang sibuk menempel, sementara yang lain menuliskan kosakata Bahasa Arab di halaman Pop Up Book. Suasana belajar terasa hidup, penuh kreativitas, dan tetap terarah pada tujuan pembelajaran.

Menurut Neni Nurmawati, S.Pd., Guru Kelas 4B, kegiatan ini memberi manfaat ganda. “Pop Up Book bukan sekadar karya indah, tetapi juga proses pembelajaran yang kaya. Anak-anak belajar merencanakan, bekerja sama, dan menemukan solusi dari masalah kecil yang muncul selama pengerjaan. Semua ini sangat berguna untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab mereka,” jelasnya.

Siswa juga menyampaikan kesan mereka. Kinanti Diandra Larasati, siswi kelas 4A, merasa gembira. “Seru sekali bisa membuat buku sendiri. Apalagi isinya ada pelajaran agama dan Bahasa Arab. Jadi belajar terasa lebih mudah dan menyenangkan,” ungkapnya sambil menunjukkan Pop Up Book bergambar masjid berwarna hijau.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Hal serupa dirasakan Veldan Kapitan Malik, siswa kelas 4B. Ia mengaku semakin termotivasi beribadah setelah mengerjakan proyek ini. “Saya jadi ingat kembali pelajaran doa-doa. Rasanya lebih semangat untuk rajin sholat,” ujarnya.

Sementara itu, Baiq Namira Mazaya Mahendra, siswi kelas 4G, tampak bangga dengan karyanya. “Saya senang sekali karena bisa menghias Pop Up ISMUBA dengan crayon. Rasanya seperti menggambar sekaligus belajar,” katanya penuh keceriaan.

Melalui STS berbasis proyek ini, SD Mumtaz menegaskan komitmennya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kreatif, mandiri, dan berakhlak mulia. Pop Up Book menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dikemas menyenangkan, bermakna, dan aplikatif.

Saat kegiatan berakhir, wajah ceria siswa menjadi bukti kepuasan tersendiri. Setiap Pop Up Book yang dihasilkan tidak hanya memancarkan kreativitas, tetapi juga mencerminkan semangat belajar dan kebanggaan anak-anak SD Mumtaz. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk terus berkembang dan mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu