
PWMU.CO — Aula AR Fachrudin SD Muhammadiyah 1 (Muhasa) Ngawi menjadi pusat peningkatan kapasitas pendidik melalui kegiatan Workshop Pembelajaran Mendalam selama dua hari, Rabu dan Kamis (9–10/7/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 108 guru dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kecamatan Ngawi, yang meliputi SD Muhasa, MI Muhammadiyah Kartoharjo, SMP Muhammadiyah 5, SMK Muhammadiyah 1, dan SMA Muhammadiyah 1 Ngawi.
Workshop dibuka secara resmi oleh Majelis Dikdasmen PCM Ngawi, Drs. Sulis, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kesiapan lembaga pendidikan Muhammadiyah dalam merespons perubahan paradigma pendidikan nasional.
Hadir sebagai narasumber adalah akademisi dari Universitas Muhammadiyah Gresik: Dr. Nur Fauziyah, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Ulfatul Ma’rifah MPd dosen FKIP UMG.
Keduanya membagikan materi secara komprehensif mulai dari landasan filosofis dan teoritis pembelajaran mendalam, hingga praktik penyusunan rencana dan pelaksanaan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.
Nur Fauziyah menyampaikan ada beberapa poin penting dalam pembelajaran mendalam. “Bapak/Ibu, ada beberapa poin penting terkait pembelajaran mendalam yang perlu dipahami. Yaitu, prinsip pembelajaran mendalam, pengalaman belajar, praktik pedagogis, dan kemitraan pembelajaran,” jelasnya.
Kegiatan belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan menjadi prinsip pembelajaran mendalam. Sedangkan pengalaman belajar dibangun melalui tahap memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan. Tahapan tersebut tentu terkorelasi dengan model pembelajaran yang digunakan guru sebagai praktik pedagogisnya. Pada kemitraan pembelajaran, guru dapat melibatkan ahli sebagai guru model.
“Pantas saja SD Muhasa menjadi sekolah favorit di Kabupaten Ngawi. Sekolah ini selangkah lebih maju dalam menyambut perkembangan pendidikan. Gerak cepatnya patut diapresiasi,” ujar Nur Fauziyah dalam sesi diskusi.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini pemerintah masih dalam tahap menyiapkan fasilitator pembelajaran mendalam, sehingga belum semua guru mendapat akses terhadap materi ini.
Kepala SD Muhasa, Joko Santoso SPd menuturkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk persiapan menyongsong tahun ajaran baru.
“Workshop ini menjadi bekal agar para guru mampu melaksanakan proses pembelajaran yang bermakna, bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi mendorong siswa berpikir kritis, kolaboratif, dan mendalam,” jelasnya.
Dengan semangat kolaborasi antar lembaga AUM, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal implementasi pembelajaran mendalam yang dapat mendorong transformasi pendidikan Muhammadiyah di Ngawi menjadi lebih progresif dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Penulis Siyam Supiah Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments