Lembaga Resiliensi Bencana Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (LRB PWM DIY) menggelar Latihan Gabungan dan Gladi Lapang Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Merapi, pada Kamis-Ahad (23–26/10/2025) di Pakem, Sleman, Yogyakarta.
Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan seluruh potensi relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah DIY dalam menghadapi situasi kedaruratan bencana, khususnya potensi erupsi Gunung Merapi serta bencana hidrometeorologi.
Latihan gabungan tersebut menjadi puncak dari rangkaian pelatihan sektoral yang telah dilaksanakan sebelumnya, antara lain Pelatihan Manajemen Posko, Pelatihan Manajemen Logistik dan Peralatan (LOGPAL), Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), serta Diklat SAR Muhammadiyah DIY yang masih berlangsung hingga kini. Seluruh kegiatan dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis dan koordinasi lintas klaster dalam sistem tanggap darurat Muhammadiyah.
Sebanyak 176 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari unsur relawan LRB PDM se-DIY, Fakultas Kedokteran UAD, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Gamping, Sleman, Pakem, dan Cangkringan, RS AMC, RS UAD, RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, Fresht UNISA, TBM UAD, Korps AD UAD, LLHPB PDA se-DIY, serta berbagai Ortom Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Ketua MDMC DIY, Indrayanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Muhammadiyah dalam memperkuat kesiapsiagaan dan aksi antisipatif menghadapi bencana.
“Gladi lapang penanganan darurat bencana erupsi Merapi ini merupakan puncak dari rangkaian Latihan Gabungan Relawan Muhammadiyah DIY yang diawali dengan kick off pada 20 September 2025. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan kapasitas relawan lintas klaster, mulai dari kesehatan, logistik, SAR, psikososial, hunian, komunikasi, hingga manajemen posko dan pos pelayanan,” ujarnya.
Indrayanto menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi relawan Muhammadiyah DIY untuk memperkuat struktur dan sistem tanggap bencana yang terintegrasi.
“Latgab ini menjadi tonggak pergerakan relawan dalam memperkuat tim-tim respon yang andal di tingkat daerah maupun provinsi. Ke depannya kami akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan pembentukan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah di tingkat wilayah, serta memperkuat sistem tanggap terpadu di bawah semangat One Muhammadiyah One Response,” jelasnya.
Melalui latihan gabungan ini, LRB PWM DIY menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas relawan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana secara profesional, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas lembaga di lingkungan Muhammadiyah diharapkan dapat memperkuat peran Persyarikatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments