Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggagas Buku Prestasi Harian untuk memperkuat komunikasi dan sistem pembelajaran di TPQ Ar-Ridho Dusun Dawarblandong.
TPQ Ar-Ridho sebagai lembaga pendidikan keagamaan non-formal memiliki peran penting dalam membangun dasar literasi Al-Qur’an dan akhlak sejak usia dini.
Peran strategis tersebut mendorong mahasiswa KKN Kelompok 06 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk menghadirkan inovasi administrasi pembelajaran yang lebih terstruktur.
Program ini dilaksanakan selama masa pengabdian mahasiswa di Dusun Dawarblandong, dengan fokus pada peningkatan kualitas manajemen pembelajaran santri.
Mahasiswa KKN UMG Dampingi Santri dan Analisis Sistem Pembelajaran
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN UMG tidak hanya mendampingi santri mengaji tiga kali dalam sepekan, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap sistem pencatatan perkembangan belajar.
Dari hasil pengamatan, ditemukan tantangan berupa fenomena lost progress. Kondisi ini terjadi karena pencatatan perkembangan santri masih mengandalkan ingatan ustadzah (memory-based), sehingga ketika terjadi pergantian pengajar atau santri tidak hadir dalam waktu lama, catatan kemajuan belajar sering kali tidak terdokumentasi dengan baik.
Situasi tersebut dinilai berpotensi menghambat kesinambungan pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri.
Inisiasi Buku Prestasi Harian sebagai Solusi
Sebagai langkah konkret, mahasiswa KKN UMG menginisiasi pengadaan Buku Prestasi Harian untuk seluruh santri di TPQ Ar-Ridho. Penyerahan buku dilakukan secara resmi pada 13 Februari 2026.
Buku ini dirancang sebagai alat pencatatan capaian belajar santri yang sistematis dan berkelanjutan. Dengan adanya dokumentasi tertulis, perkembangan membaca Al-Qur’an setiap anak dapat dipantau secara lebih akurat.
Talitha, perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 06 UMG, menyampaikan harapannya agar inovasi ini memberi dampak jangka panjang bagi lembaga.
“Kami berharap buku ini mampu bermanfaat dan menjadi sistem yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas pendidikan di TPQ Ar-Ridho. Kami ingin ustadzah tidak hanya memahaminya sebagai buku pencatatan capaian saja, tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang kuat antara ustadzah dan orang tua santri,” ungkap Talitha.
Perkuat Komunikasi Orang Tua dan Ustadzah
Melalui Buku Prestasi Harian, orang tua kini dapat memantau perkembangan mengaji anak secara langsung dari rumah. Catatan yang tersusun rapi menjadi jembatan komunikasi antara guru di TPQ dan keluarga.
Sinergi antara pendidikan di TPQ dan pendampingan di rumah dinilai sangat penting agar pembinaan akhlak dan literasi Al-Qur’an berjalan optimal.
Mahasiswa KKN UMG berharap administrasi yang lebih tertib serta komunikasi yang aktif dapat membantu TPQ Ar-Ridho terus mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan membanggakan bagi masyarakat Dusun Dawarblandong.






0 Tanggapan
Empty Comments