Ibadah lainnya yang juga dilaksanakan di masjid dalam rangka menyembah Allah Azza Wa Jalla adalah thawaf dan i’tikaf. Sesuai firman Nya. “…Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, orang-orang yang i’tikaf, serta orang- orang yang ruku’ dan sujud”. (QS. Al Baqarah:125).
Baitullah Membawa Berkah
Keberadaan masjid sebagai Baitullah telah memberikan maslahat tersendiri bagi kaum muslimin di seluruh dunia.
Keberadaan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram telah memberikan maslahat yang besar. Di antaranya nikmat berkah dan keberkahan yang didapatkan mereka setelah beribadah di dalamnya.
Beberapa nikmat berkah dan keberkahan yang didapatkan oleh kaum muslimin diantaranya sebagai berikut:
Pertama, keutamaan nilainya di sisi Allah Azza Wa Jalla. Keberkahan beribadah di masjid khususnya di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram sedemikian besar. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173).
Kedua, mendapatkan ketenangan, rahmat, dikelilingi Malaikat dan dapat pujian Allah Azza Wa Jalla. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu diantara rumah-rumah Allâh, mereka membaca Kitabullah dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat akan meliputi mereka, para Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.(HR. Muslim no 2699).
Ketiga, dihapuskan dosa dan diangkat derajatnya oleh Allah Azza Wa Jalla. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkahnya, yang satu menghapus kesalahan dan satunya lagi meninggikan derajat.” (HR Muslim no 1070; Sunan Abu Daud no 1243; Musnad Ahmad no 7118 & 8906; Sunan Ad-Darimi no 359).
Keempat, mendapatkan pahala 25 kali lipat dan didoakan Malaikat. mendapatkan pahala 25 kali lipat dan didoakan Malaikat. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Abu Hurairah berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat.
Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya.
Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti palaksanaan shalat.” (HR. Bukhari no 611).
Kelima, bernilai qurban dan dihadiri Malaikat. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju Masjid, maka dia seolah berkurban seekor unta. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) kedua maka dia seolah berkurban seekor sapi.
Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) ketiga maka dia seolah berkurban seekor kambing yang bertanduk. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) keempat maka dia seolah berkurban seekor ayam.
Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) kelima maka dia seolah berkurban sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khuthbah), maka para Malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut).” (HR Bukhari no 832).
Keenam, dapat cahaya yang sempurna di hari kiamat. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Dari Abdullah bin Aus dari Buraidah dari dar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan pada malam gelap gulita menuju masjid (untuk shalat berjama’ah) bahwa bagi mereka cahaya yang sempurna pada hari kiamat nanti”. (HR Abu Daud no. 474).





0 Tanggapan
Empty Comments