Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Medical Check Up Calon Penghuni Surga, Rektor Umsura Ajak Umat Periksa Kesehatan Hati

Iklan Landscape Smamda
Medical Check Up Calon Penghuni Surga, Rektor Umsura Ajak Umat Periksa Kesehatan Hati
Prof. Mundakir menyampaikan tausiyah di Pengjian Ahad Pagi PDM Kabupaten Probolinggo. Foto: Fizal/PWMU.CO

Arus informasi yang mengalir deras melalui media sosial telah mengubah cara masyarakat belajar, termasuk dalam memahami ajaran agama.

Namun, kemudahan mengakses berbagai informasi tidak selalu diiringi dengan kemampuan menyaring mana ajaran yang benar dan mana yang menyesatkan.

Di tengah kondisi tersebut, kesehatan ruhaniah menjadi kebutuhan yang tak kalah penting dibanding kesehatan jasmani.

Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua, saat menjadi narasumber dalam Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Probolinggo di halaman Masjid At-Taqwa Muhammadiyah, Kecamatan Kraksaan, Ahad (19/7/2026).

Mengangkat tema “Medical Check Up untuk Calon Penghuni Surga”, Mundakir mengajak jamaah menjadikan evaluasi diri sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan hati. Menurutnya, sebagaimana tubuh memerlukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, hati juga membutuhkan “medical check up” agar tetap bersih dan mampu menerima petunjuk Allah.

Mundakir menyoroti fenomena masyarakat yang semakin bergantung pada media sosial sebagai sumber pengetahuan agama.

Menurutnya, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan besar ketika masyarakat menerima berbagai informasi tanpa proses tabayun atau verifikasi.

“Informasi sangat mudah diperoleh. Namun, jika tidak dibarengi kemampuan memilih mana yang benar dan mana yang keliru, maka seseorang bisa tersesat dalam memahami ajaran agama,” ujarnya.

Karena itu, dia mengajak umat Islam untuk tidak hanya rajin mencari ilmu, tetapi juga terus membersihkan hati agar ilmu yang diterima mampu membentuk akhlak yang baik.

Medical Check Up Calon Penghuni Surga, Rektor Umsura Ajak Umat Periksa Kesehatan Hati
Jamaah Pengajian Ahad Pagi. Foto: Fizal/PWMU.CO

Hati yang Sakit Ditandai Malas, Iri, dan Dengki

Dalam analoginya, Mundakir menjelaskan bahwa penyakit hati memiliki gejala sebagaimana penyakit fisik. Salah satu tandanya ialah munculnya sifat malas beribadah, iri hati, dengki, hingga sulit menerima nasihat.

Menurutnya, apabila kondisi tersebut dibiarkan terus-menerus, maka akan berubah menjadi karakter yang mengakar sehingga semakin sulit diperbaiki.

“Medical check up dilakukan supaya hati kita tetap terarah dan tetap bersih,” ungkapnya.

Pria keliharan Lamongan ini menyebut penyakit ruhani yang tidak segera disadari dapat berkembang menjadi kemerosotan moral.

Ketika seseorang kehilangan kepekaan terhadap nilai-nilai kebaikan, maka perilaku negatif akan dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

“Inilah yang berbahaya. Ketika tidak ada lagi nilai-nilai moral yang menjadi pegangan, maka perubahan menjadi semakin sulit dilakukan,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Mundakir juga mengatakan, ukuran kesehatan hati dapat dilihat dari respons seseorang terhadap kebenaran.

Hati yang sehat, katanya, akan bersikap lembut, terbuka terhadap kritik, serta mudah menerima nasihat sebagai jalan memperbaiki diri.

Sebaliknya, hati yang telah dipenuhi penyakit akan cenderung menolak kebenaran, bahkan ketika telah disampaikan dengan cara yang baik.

“Kalau hati kita sehat, kita akan mudah menerima nasihat. Tetapi kalau hati sudah sakit, apalagi kronis, maka akan sulit menerima apa pun yang baik. Mungkin saat itulah hati kita perlu dilakukan medical check up,” tuturnya.

Dia mengingatkan, proses memperbaiki hati harus dilakukan secara terus-menerus melalui ibadah, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta membangun lingkungan yang baik.

Medical Check Up Calon Penghuni Surga, Rektor Umsura Ajak Umat Periksa Kesehatan Hati
Prof. Mundakir bersama mahasiswa KKN Umsura. Foto: Fizal/PWMU.CO

Jangan Sampai Kehilangan Rasa Takut kepada Dosa

Pada bagian akhir ceramahnya, Mundakir mengingatkan bahaya ketika seseorang sudah tidak lagi memiliki rasa takut terhadap dosa.

Kata dia, kondisi tersebut merupakan bentuk ego defensiveness, yakni kecenderungan seseorang membenarkan dirinya sendiri meskipun melakukan kesalahan.

Akibatnya, seseorang akan sulit menerima masukan, enggan mengakui kekeliruan, dan terus mencari pembenaran atas perilakunya.

Karena itu, ia mengajak jamaah menjadikan muhasabah sebagai kebiasaan hidup agar hati tetap hidup dan selalu peka terhadap petunjuk Allah.

“Calon penghuni surga bukan hanya mereka yang tubuhnya sehat, tetapi mereka yang menjaga kebersihan hatinya. Hati yang bersih akan melahirkan akhlak yang baik, mudah menerima kebenaran, dan selalu takut berbuat dosa,” katanya.

Pengajian tersebut juga dihadiri mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Umsura yang sedang mengabdi di Kabupaten Probolinggo.

Mahasiswa berasal dari beberapa lokasi penempatan, yakni Kecamatan Kraksaan, Banyuanyar, dan Pajarakan, sehingga momentum tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat pembinaan spiritual di tengah aktivitas pengabdian masyarakat. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu