
PWMU.CO – Agenda Opening Ceremony Konferensi Pimpinan Daerah (Konpida) XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Gresik berlangsung penuh semangat dan makna di SMK Muhammadiyah 1 Gresik.
Mengangkat tema “Serasi, Berdikari, Berseri,” acara ini menjadi titik awal perjalanan musyawarah pelajar Muhammadiyah dari seluruh cabang se-Kabupaten Gresik, mulai dari Driyorejo hingga Bawean.
Tepat pukul 08.40 WIB, acara dimulai dengan pengantar dari dua pembawa acara muda, M Ilhamuddin dan Shabrina, yang memandu jalannya pembukaan dengan penuh percaya diri. Rangkaian awal dibuka secara meriah oleh penampilan angklung dari MI Assa’adah Bungah.

Sebanyak 24 anak tampil membawakan lagu “Laskar Pelangi” dengan gemulai nada bambu yang menyentuh, seolah menjadi simbol bahwa harapan besar sering dimulai dari hal-hal yang sederhana dan tulus.
Lapangan SMAM 3 Muhammadiyah Gresik kemudian menjadi saksi irama semangat dari pasukan drumband dengan 25 personel lengkap. Mayoret, bendera, perkusi, keyboard, xylophone, dan gita pati menyatu dalam derap semangat ketika mereka membawakan lagu-lagu seperti “Sang Surya,” “Mars Muhammadiyah,” “Tanah Airku,” dan satu lagu penutup yang menyemangati para pelajar. Penampilan ini turut disaksikan oleh PW IPM Jawa Timur bidang Advokasi serta sahabat pelajar dari IPNU/IPPNU Kabupaten Gresik.
Salah satu momen yang sarat simbol adalah pengalungan Batik Gajah Mungkur, batik khas Gresik yang bernilai historis kepada perwakilan PW IPM Jawa Timur, PDA, PDNA, dan Ketua Umum PD IPM Gresik. Batik ini bukan hanya kain, melainkan lambang ikatan nilai antara tradisi, pelajar, dan gerakan.
Dalam sambutannya, Drs Muhammad Ali, mewakili Kepala SMK Muhammadiyah 1 Gresik, menyampaikan harapannya terhadap sinergi IPM dan lembaga pendidikan.
“Kami berharap seluruh fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kemuhammadiyahan,” ucapnya mantap.
Ketua Pelaksana KONPIDA XXIV, Satria Apree, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mengawal acara sejak tahap awal. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang selama tiga hari sebagai upaya memperkuat hubungan antarcabang secara efisien.
“Kami ingin semua cabang saling terhubung dan bergerak bersama, dengan semangat yang sama meski dengan anggaran yang terbatas,” tuturnya.
Acara utama dibuka pada pukul 09.05 WIB, ditandai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Andini. Suasana khidmat berlanjut saat lagu “Indonesia Raya,” “Mars Muhammadiyah,” dan “Mars IPM” dikumandangkan, meneguhkan rasa kebangsaan dan identitas gerakan.
Ketua Umum PD IPM Gresik, Krisna Bakhtiar, menyampaikan pidato iftitah yang menggugah jiwa. Ia menegaskan bahwa IPM bukan sekadar organisasi, tetapi wadah pembentuk karakter pelajar yang siap tampil dan memimpin.

“IPM harus jadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna. Kita adalah pelajar profetik yang dalam setiap geraknya meneladani Rasulullah,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa kerja-kerja IPM harus dilakukan dengan hati.
“Mari kita laksanakan program kerja dengan ikhlas, karena ikhlas itu ruh dari semua gerakan kita.”
Menutup sambutannya, Krisna mengisahkan tentang seorang bajak laut yang menolak harta karun karena telah menemukan keluarga di antara kru kapalnya.
“Terkadang, yang paling berharga bukan apa yang kita cari, tapi siapa yang bersama kita dalam perjalanan.”
Perwakilan PW IPM Jawa Timur, M Azlan Syah, menegaskan bahwa KONPIDA bukan hanya forum formal, tetapi ruang tumbuh dan bergerak.
“Manfaatkan forum ini untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan bersama-sama menguatkan gerakan amar ma’ruf nahi munkar,” ajaknya.
Sementara itu, dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik, Imanullah Ali Ubed ST SKom, menyampaikan pesan penting bahwa pelajar harus berani bermimpi.
“Mimpi itu harus diusahakan. Dan mimpi itu akan hilang jika kita tidak berani melangkah maju untuk meraihnya,” ujarnya menggugah refleksi para peserta.
Opening Ceremony KONPIDA XXIV ini bukan hanya awal musyawarah, tetapi juga panggung kebersamaan, nilai, dan semangat perjuangan. Dalam tiap nada angklung, tiap langkah drumband, hingga tiap kata sambutan, tercermin harapan akan pelajar Muhammadiyah yang tak hanya serasi dalam gerak, tetapi juga berdikari dalam sikap dan berseri dalam karya. (*)
Penulis Lisha Mar’atul/Evlen Flowera Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments