Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan konsep berbeda dalam kegiatan berbagi takjil Ramadan dengan membagikan paket buah segar kepada masyarakat di kawasan Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
Kegiatan yang digelar pada 12 Maret 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara UMM dan SMA Muhammadiyah 3 Gresik. Tidak seperti pembagian takjil pada umumnya yang identik dengan gorengan atau makanan manis, program ini justru mengusung konsep takjil sehat berbahan buah-buahan.
Takjil Sehat Berupa Buah Segar
Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan masyarakat sekitar kawasan Melirang menjelang waktu berbuka puasa.
Paket takjil yang disiapkan berisi berbagai jenis buah bernutrisi tinggi seperti jeruk, apel, anggur, serta kurma yang memang dianjurkan untuk dikonsumsi saat membatalkan puasa.
Konsep takjil sehat ini sengaja dihadirkan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa menu berbuka puasa tidak selalu harus identik dengan makanan tinggi gula maupun gorengan.
Edukasi Pola Hidup Sehat di Bulan Ramadan
Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya kampus untuk mengajak masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat, khususnya saat menjalani ibadah puasa.
Menurutnya, perubahan pola makan dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan memilih menu berbuka yang lebih sehat dan ramah bagi sistem pencernaan.
“Melalui pembagian takjil buah ini, kami ingin memberikan edukasi langsung kepada masyarakat bahwa membatalkan puasa tidak harus selalu dengan makanan yang tinggi gula atau gorengan. Berbuka dengan buah segar jauh lebih menyehatkan bagi pencernaan setelah seharian perut kosong,” ungkap Maharina.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan SMAM 3 Gresik terasa istimewa karena sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah binaan unggulan dari UMM.
Mahasiswa Asing Ikut Turun ke Jalan
Suasana pembagian takjil semakin semarak dengan kehadiran sejumlah mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di UMM. Mereka ikut terjun langsung membagikan paket buah kepada masyarakat.
Salah satunya adalah Ammiridinov Dilshodbek, mahasiswa asal Uzbekistan yang mengaku sangat terkesan dengan tradisi berbagi takjil di Indonesia.
“Kegiatan ini sangat seru dan berkesan bagi saya pribadi. Turun langsung ke jalan, menyapa warga lokal, dan melihat senyuman mereka saat menerima takjil adalah pengalaman yang menghangatkan hati,” ujar Amir, sapaan akrabnya.
Menurutnya, tradisi berbagi takjil di bulan Ramadan menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan, toleransi, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Indonesia.
Warga Gresik Sambut Antusias
Kegiatan berbagi takjil buah ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat sekitar Melirang. Para pengguna jalan yang melintas tampak antusias menerima paket buah yang dibagikan oleh para mahasiswa dan siswa.
Ratusan paket takjil tersebut bahkan habis dibagikan dalam waktu singkat menjelang kumandang azan Magrib.
Ke depan, UMM bersama sekolah-sekolah binaannya berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini dapat terus dilaksanakan. Tidak hanya sebagai kegiatan berbagi, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.





0 Tanggapan
Empty Comments