Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Mengenal Ragam Dosa yang Nyata dan Terlihat Mata Kepala

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Mengenal Ragam Dosa yang Nyata dan Terlihat Mata Kepala
Dosa dan pahala itu abstrak. Namun tidak berarti dosa tidak ada wujudnya, tidak nampak nyata dan tidak bisa dilihat dengan mata kepala. Foto: Mohamed Hassan/pixabay.
BANNER RSI AISYIYAH MALANG

Ada orang yang berkata, bahwa dosa itu tidak ada wujudnya. Berbuat dosa tidak ada tandanya dalam tubuh kita.

Dosa tidak kelihatan. Jika dosa tampak dengan mata kepala mungkin tidak banyak orang yang berbuat dosa.

Dosa dan pahala itu merupakan bagian dari kehendak Allah Azza Wa Jalla. Dosa dan pahala itu abstrak.

Namun tidak berarti dosa tidak ada wujudnya, tidak nampak nyata dan tidak bisa dilihat dengan mata kepala.

Dosa-dosa yang nyata

Dosa-dosa yang nyata dan bisa dilihat dengan mata kepala dapat dipelajari dari sejarah dan realita hidup serta kehidupan manusia.

Dalam sejarah ada pula yang dapat dilihat nyata hingga saat ini. Di antaranya tercatat dalam beberapa contoh di bawah.

Pertama, dosa Fir’aun

Raja Mesir, Fir’aun, adalah kepala negara yang dikenal berlumuran dosa, karena telah berbuat zhalim dan keji terhadap rakyatnya sendiri. (QS.Al-Baqarah:49, Al Qashash:4, Al A’raf:141, Ibrahim:6).

Dosa yang diperlihatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Fir’aun adalah langsung dalam bentuk azab berupa serangan belalang, kutu, katak dan air minum yang berubah menjadi darah. (QS. Al A’raf: 133).

Selain itu Fir’aun dan pasukannya dihancurkan oleh Allah Azza Wa Jalla dengan cara dahsyat, yakni ditenggelamkan.di laut merah (QS. Al- Baqarah: 50, QS. Yunus: 90–92, dan QS. Al-A’raf :136).

Lalu diperlihatkan dosanya secara nyata. Jasad Fir’aun tidak dapat hancur dan ditolak bumi. Kemudian jasadnya itu diawetkan dan hingga kini orang-orang dapat melihat dosa Fir’aun kepada Allah Azza Wa Jalla. Sesuai firman Nya.

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS. Yunus: 92)

Kedua, dosa kaum musyrikin

Kaum musyrikin yang menyembah berhala atau Tuhan-tuhan lainnya selain Allah Azza Wa Jalla, telah melakukan dosa yang sangat besar. Bahkan dosa nya tidak diampuni oleh Allah. (QS. An Nisa:48, 116, Al Maidah:72).

Selain itu disebutkan dosa mereka yang nyata dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu?”

Beliau menjawab, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh zina wanita- wanita mukmin yang menjaga kehormatan lagi lalai.” (HR. Bukhari, Muslim).

Bukti dosa orang yang berbuat syirik langsung dapat dilihat dengan mata kepala dan kerap dibaca seperti Fir’aun, Namrud, Raja Persia yang merobek-robek surat yang dikirim oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tentang raja Persia ini disebutkan dalam hadits,

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim surat kepada Kisra melalui Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi. Ketika Kisra membaca surat tersebut, ia merobeknya. Mendengar hal itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Semoga Allah mengoyak- ngoyak kerajaannya.” (Muzarriat bihim, atau mendoakan agar kekuasaan dan kerajaannya benar-benar terkoyak hancur).(HR. Bukhari (No. 4424 / Kitab Al-Maghazi):

Dosanya diperlihatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan terbunuhnya raja Persia sesuai hadits ini.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan kepada para utusan Badzan (Gubernur Yaman utusan Kisra) saat mereka datang ke Madinah bahwa Kisra telah tewas:

“Sampaikan kepada teman kalian (Badzan), bahwa Tuhanku telah membunuh Kisra, tuannya, malam ini, tujuh jam yang lalu.” (HR. Ibnu Sa’ad, Al-Baihaqi, dan Ahmad):

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Ketiga, dosa kaum seks menyimpang

Kaum seks menyimpang yang meliputi LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) ini juga dosa-dosanya diperlihatkan oleh Allah Azza Wa Jalla. Pertama, mereka mendapatkan azab dari Allah. (QS. Hud:81-83,Asy Syu’ara:173-174).

Selain itu juga disebutkan dalam firman Nya, “Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu dibalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.” (QS. Al Hijr:73-74).

Hal ini diperkuat dengan petunjuk Allah Azza Wa Jalla berkaitan pelajaran dari orang-orang dahulu yang berbuat dosa melakukan seks menyimpang. (QS.Ali Imran:137, Al Ankabut: 40).

Sebagai perbuatan dosa yang nyata maka aktivitas sek menyimpang harus diberikan hukuman yang berat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini.

“Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual), maka bunuhlah pelaku dan pasangannya (yang menyerahkan dirinya).” (HR. Ibnu Majah No. 2551, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Dosa dalam Wujud Musibah

Dosa yang nyata dan dapat dilihat dengan mata kepala adalah berkaitan dengan musibah yang menimpa manusia.

Beberapa musibah yang dialami manusia tidak dapat dilepaskan dari dosa yang telah dilakukannya. Bahkan musibah yang menimpanya itu menjadi penghapus dosa.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa musibah yang menimpa seorang mukmin akan menghapus kesalahan- kesalahannya (dosa-dosanya) laksana pohon yang menggugurkan daun-daunnya. (HR. Al Bukhari no 5640).

Pertama, sakit

Sakit itu bagian dari musibah yang menimpa manusia, selain sebagai ujian bagi mereka. Sakit berkaitan dengan dosa. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu kelelahan, penyakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa- dosanya karenanya.” (QS. Bukhari no 5641 dan Muslim no 2573).

Kedua, banjir

Banjir juga berkaitan dengan dosa yang dilakukan oleh manusia. Terbukti banjir yang terjadi pada zaman Nabi Nuh alaihi sallam sebagai bentuk hukuman kepada orang-orang yang berdosa. (QS. Asy Syu’ara:119-120).

Berkaitan banjir dengan dosa dijelaskan oleh Allah dalam firman Nya. “Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), Kami telah meneguhkan kedudukan mereka di muka bumi,

Yaitu kedudukan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat kepada mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.” (QS. Al An’am:6).

Ketiga, hilangnya harta

Berkaitan dengan hilangnya harta juga bagian dari musibah yang menimpa manusia. Harta yang dimilikinya tiba-tiba hilang dicuri orang atau hangus terbakar. Musibah itu juga ujian yang menimpa manusia. (QS. Al Baqarah:155).

Hilangnya harta ternyata tidak terlepas dari dosa yang dilakukan oleh pemiliknya. Selain sebagai ujian dan cobaan nyata bagi manusia, juga sebagai bentuk musibah yang dapat menghapuskan dosa. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Cobaan akan terus menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya, dan (pada) hartanya, hingga dia menghadap Allah tanpa membawa dosa satu pun.” (HR. Tirmidzi no. 2399, ia berkata: Hadits Hasan Shahih).

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 25/10/2026 14:34
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu