Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menjaga Kebaikan Sesama, Menutup Aib dengan Kehormatan

Iklan Landscape Smamda
Menjaga Kebaikan Sesama, Menutup Aib dengan Kehormatan
Foto: Getty Images
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Kebaikan sekecil apapun dapat menjadi sebab diangkatnya derajat seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita lihat orang orang yang sederhana dalam penampilan, namun dihormati karena kebaikan hati dan ketulusan mereka.

Hidup ini tidak pernah lepas dari interaksi dengan sesama. Dalam pergaulan, kita sering mengetahui kebaikan maupun keburukan orang lain.

Islam mengajarkan kita untuk memuliakan kebaikan seseorang dan menutup rapat aibnya. Sebagaimana pepatah Jawa, “Mikul dhuwur, mendhem jero.” Prinsip ini selaras dengan ajaran Al-Qur’an dan hadis yang menuntun kita pada akhlak mulia.

Pepatah Jawa “Mikul dhuwur, mendhem jero” mengandung nilai luhur yang sangat relevan dengan ajaran Islam. Ungkapan ini bermakna bahwa kita harus mengangkat tinggi kebaikan seseorang, sekaligus mengubur dalam- dalam keburukannya agar tidak tersebar.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan pernah lepas dari interaksi sosial yang membuat kita mengetahui sisi baik maupun buruk orang lain.

Jika tidak hati-hati, lisan kita dapat menjadi bumerang, menyebarkan keburukan yang seharusnya ditutupi. Islam mengajarkan adab mulia dalam menyikapi hal ini.

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan agar kita tidak membuka aib saudara kita.

Firman Allah SWT: “Wahai orang-orang yang beriman ! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah menggunjing satu sama lain.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Ayat ini jelas melarang kita untuk mencari-cari keburukan orang lain apalagi menyebarkannya. Justru yang diperintahkan adalah menutup aib.

Rasulullah shallahu alaihi wasallam juga menekankan hal ini dalam hadisnya: “Barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Hadis ini memberikan motivasi besar agar kita menjaga rahasia keburukan orang lain. Menutup aib adalah amal yang akan mendatangkan balasan perlindungan Allah.

Bayangkan, ketika kita dengan sengaja menutupi kesalahan orang lain, Allah menjanjikan kita perlindungan dari kehinaan di dunia dan akhirat. Ini bukan perkara kecil, tetapi sebuah janji agung dari Sang Pencipta.

Sebaliknya, orang yang suka membongkar aib orang lain akan mendapatkan akibat yang buruk.

Rasulullah shalallahu alaihi wasalpam bersabda: “Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya tetapi imannya belum masuk ke dalam hatinya! Janganlah kalian menggunjing kaum Muslimin dan jangan mencari-cari aib mereka. Barangsiapa mencari-cari aib mereka, Allah akan membuka aibnya, dan barangsiapa Allah membuka aibnya, maka Dia akan mempermalukannya meskipun di dalam rumahnya sendiri.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menjadi peringatan keras. Orang yang suka mengumbar aib orang lain, akhirnya akan Allah balas dengan membuka aibnya sendiri. Bahkan kehinaan itu bisa terjadi di dalam rumahnya, tempat yang seharusnya aman dari pandangan orang lain.

Pepatah “Mikul dhuwur, mendhem jero” juga mengandung makna penghormatan kepada orang tua, guru, dan siapa pun yang berjasa. Dalam Islam, menghormati orang tua adalah perintah yang jelas.

Allah SWT berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orangtua.” (QS. Al-Isra: 23)

Berbuat baik kepada orangtua tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga menjaga nama baik mereka. Jangan sampai kita membuka aib orangtua, keluarga, atau guru, karena hal itu akan mencoreng kehormatan mereka. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡