Pelantikan Pimpinan Komisariat (PK) IMM Djuanda Kartawidjaja Universitas Airlangga tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum refleksi panjang atas proses kelahiran komisariat yang sarat dinamika, musyawarah, dan konsistensi ideologis.
Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Fokal IMM Universitas Airlangga, Achmad Hansetiyawan Faizal Aziz dalam sambutannya pada agenda pelantikan PK IMM Djuanda Kartawidjaja Periode 2025–2026 yang digelar pada Kamis (15/1/2036) di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.
Ia menuturkan bahwa gagasan pemekaran Komisariat Fakultas Vokasi sejatinya telah dirintis sejak dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa baru di tahun 2019. Sejak saat itu, para senior IMM telah menanamkan spirit dan wacana kelahiran komisariat baru, meskipun realisasinya baru dapat terwujud pada Desember 2025.
“Proses ini tidak instan. Ada waktu yang panjang, ada dinamika, dan ada keterbatasan. Namun alhamdulillah, semangat yang diwariskan para senior tidak pernah sia-sia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejauh pengamatannya proses pemekaran PK IMM Djuanda Kartawidjaja dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip musyawarah. Berbagai masukan dari senior, pimpinan cabang, hingga komisariat lain di lingkungan Universitas Airlangga menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.

Menurutnya, kelahiran komisariat ini juga tidak lepas dari diskusi dan perbedaan pandangan yang justru melahirkan pergulatan pemikiran konstruktif. Dari proses itulah, kata dia, terbentuk kematangan bersama yang menguatkan fondasi organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para Ketua Komisariat di lingkungan Universitas Airlangga, yakni Immawati Shintya, Immawati Faila, Immawati Akhila, dan Immawati Kiki, yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengawal proses berdirinya PK IMM Djuanda Kartawidjaja.
Kini, estafet kepemimpinan resmi berada di tangan Ketua Umum terpilih, Imawan Sahrul Efendi, beserta jajaran. Fokal IMM Universitas Airlangga berpesan agar spirit awal kelahiran komisariat terus dijaga dan dikembangkan.
“Rawat nilai-nilai ideologis IMM dan kembangkan seluruh potensi kader. Politik memang penting untuk membuka cakrawala berpikir, tetapi jangan sampai melupakan penanaman nilai ideologi yang menjadi jantung gerakan IMM,” tegasnya.
Dengan pelantikan ini, PK IMM Djuanda Kartawidjaja resmi memulai masa kepemimpinannya untuk satu periode ke depan, membawa harapan baru bagi penguatan gerakan IMM di lingkungan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments