Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir memberikan apresiasi sekaligus berterimakasih atas diberikannya amanah tanah hibah dari Abdul Murady Darmansyah untuk Persyarikatan Muhammadiyah. Lahan seluas 26.341,71 m2 ini berlokasi di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.
Bagi Haedar ini merupakan suatu amal jariyah yang kelak akan membawa kebermanfaatan luas bagi Muhammadiyah, khususnya untuk bangsa Indonesia dan warga Kota Sungai Penuh, Jambi.\
“Ini bukan semata-mata untuk Muhammadiyah, bahkan Muhammadiyah ini hanyalah wasilah saja. Secara luas, ini adalah untuk kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia,” ucap Haedar dalam acara yang digelar di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (14/3/2026) sore.
Dia turut mengingat kutipan HR Muslim yang menjelaskan terkait tiga amalan yang tidak akan terputus setelah adanya kematian. Ia menekankan hadist ini mengingat penyerahan hibah tanah yang nantinya akan diproyeksikan menjadi pusat pendidikan baru yang akan membawa amalan dan akan dirasakan generasi pembelajar penerus bangsa.
Idza matabnu aadama ingqata’a ‘amaluhu illa min tsalaasin: shadaqatin jariatin au ‘ilmin yuntafa’u bihi au waladin shaalikhin yad’ulah.
“Apabila telah mati anak Adam, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: Shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya. (HR Muslim).”
Artinya ini akan menjadi shodaqoh yang berkelanjutan karena juga dimanfaatkan oleh dan untuk kemaslahatan umat. “Jadi harapan ini tinggi, lebih-lebih jika untuk lembaga pendidikan yang nantinya akan di didik menjadi anak-anak yang berbuat birul walidain,” jelasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments