Mengenal sejarah perjuangan Muhammadiyah secara langsung menjadi salah satu cara memperkuat semangat berorganisasi. Berangkat dari tujuan tersebut, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Bungah, Gresik, menggelar kegiatan napak tilas ke Museum Muhammadiyah di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini merupakan puncak peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang mengusung tema “Merajut Jejak Perjuangan dan Dakwah Berkemajuan melalui Seni, Budaya, dan Olahraga.”
Setibanya di Museum Muhammadiyah, panitia membagi 59 peserta menjadi dua kloter agar proses kunjungan berlangsung lebih tertib. Setelah seluruh rombongan memasuki museum secara bergantian, peserta dijadwalkan melaksanakan salat berjamaah.
Rombongan yang didominasi anggota Aisyiyah dengan dress code pakaian hitam dan kerudung kuning mengikuti seluruh arahan panitia serta pemandu museum. Mereka diajak menelusuri berbagai ruang pamer yang menyimpan dokumentasi perjalanan Muhammadiyah sejak berdiri hingga perkembangannya saat ini.
Selama kunjungan, peserta mengamati koleksi museum, mendengarkan penjelasan pemandu, serta sesekali mengabadikan momen melalui foto. Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkaya pengetahuan mengenai sejarah Persyarikatan sekaligus mengenang perjuangan para tokoh Muhammadiyah.
Salah seorang peserta, Fina Mufidah, S.Pd., guru TK Aisyiyah 5 Bungah sekaligus anggota Nasyiatul Aisyiyah Cabang Bungah, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan napak tilas seperti ini. Demi mengikuti agenda tersebut, ia menitipkan ketiga anaknya kepada suami dan orang tuanya karena kegiatan telah direncanakan jauh hari sebelumnya.
Kegiatan napak tilas merupakan gagasan Ketua Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) PCA Bungah, Rita Maralina, S.E., S.Pd., bersama Ketua PCA Bungah, Dra. Suhartatis. Menurut Rita, seluruh proses persiapan membutuhkan waktu cukup panjang.
“Butuh waktu sekitar 5 bulan untuk proses menyusun perencanaan, pendaftaran, mencari travel menentukan tujuan destinasi dan pelaksanaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa antusiasme peserta tetap tinggi meskipun menjelang keberangkatan terdapat beberapa peserta yang berhalangan hadir sehingga panitia harus mencari pengganti. Selama masa persiapan, para peserta juga menabung secara bertahap agar dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah semangat ibu-ibu luar biasa meskipun H-7 menjelang pemberangkatan ada beberapa anggota yang udzur sehingga harus mencari pengganti dan ibu-ibu ini rela menabung selama 5 bulan itu demi untuk bisa mengikuti napak tilas dalam rangka puncak Milad Aisyiyah ini,” lanjutnya.
Ketua PCA Bungah, Dra. Suhartatis, berharap kegiatan ini memberikan bekal pengetahuan sekaligus memperkuat semangat anggota dalam berorganisasi.
“Harapannya ibu-ibu Aisyiyah bertambah ilmu dan wawasan tentang Muhammadiyah dan Aisyiyah serta mampu meneladani perjuangan tokoh-tokohnya. Dengan begitu semangat dalam ber-Aisyiyah dengan gembira,” katanya.
Napak tilas menjadi salah satu bentuk pembelajaran sejarah melalui kunjungan langsung ke lokasi yang berkaitan dengan perjalanan Muhammadiyah. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri Persyarikatan sekaligus memahami perkembangan Muhammadiyah dari masa ke masa.
Selain memperluas wawasan sejarah, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota PCA Bungah. Selama perjalanan dan kunjungan, peserta berinteraksi, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai aktivitas dakwah dan pengabdian di lingkungan masing-masing.
Melalui napak tilas ini, PCA Bungah berharap semangat perjuangan para tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan dakwah, pendidikan, dan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Islam berkemajuan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments