Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Napak Tilas Sang Alumni: Haru dan Harapan di Perpisahan Santri

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Rahmat Syayid Syuhur (Istimewa/PWMU.CO)

Catatan oleh Rahmat Syayid Syuhur

PWMU.CO – Siang ini adalah salah satu momen yang sangat saya nantikan. Bersama rombongan wali santri lainnya, saya akan menghadiri acara perpisahan santri kelas VI Ma’had Al Ittihad Al Islami, Camplong, Sampang, Madura, Tahun Pelajaran 2024–2025.

Rombongan kami berjumlah enam orang dan berangkat dari Balongbendo, Sidoarjo, tepat pukul 13.20 WIB. Ada rasa haru, rindu, dan bangga yang bercampur dalam hati saya sebagai seorang alumni dari pondok yang sangat saya cintai ini.

Perjalanan kali ini bukan sekadar menghadiri acara seremonial perpisahan. Ini adalah perjalanan batin sekaligus napak tilas ke tempat yang pernah membentuk kepribadian saya dan menanamkan nilai-nilai penting dalam hidup.

Bertahun-tahun saya tidak bersilaturahmi ke pondok ini. Maka, kesempatan hari ini menjadi momen yang istimewa. Terlebih lagi, dua keluarga santri yang ikut dalam rombongan kami adalah kerabat dekat saya.

Putri mereka akan lulus dari pesantren tahun ini. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri menyaksikan generasi berikutnya menempuh jalan ilmu sebagaimana saya dulu pernah menjalaninya.

Perkembangan Ma’had Al Ittihad Al Islami dari waktu ke waktu sangat luar biasa. Sebagai alumni, saya merasa bangga melihat lompatan-lompatan prestasi yang telah diraih.

Beberapa bulan lalu, kabar menggembirakan datang: pondok ini berhasil meraih pengakuan muadalah (penyetaraan kurikulum dan kualitas pendidikan) dari dua universitas ternama di dunia Islam, yaitu Universitas Islam Madinah (Arab Saudi) dan Universitas Al-Azhar (Kairo, Mesir). Ini bukan pencapaian biasa. Muadalah bukan sekadar bentuk pengakuan administratif, tetapi bukti bahwa kualitas pendidikan dan kurikulum pondok ini telah memenuhi standar internasional.

Tak hanya itu, banyak alumni Ma’had Al Ittihad yang melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri, khususnya di kawasan Timur Tengah. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, tak sedikit dari mereka yang menjadi dokter, anggota TNI, dan profesional di berbagai bidang.

Semua ini menunjukkan bahwa pondok ini benar-benar menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya generasi unggul yang siap berkontribusi di masyarakat.

Malam nanti, acara perpisahan akan semakin istimewa dengan kehadiran salah satu tokoh alumni, Dr. H. Fauzan Adim, M.A. Beliau adalah kakak kelas saya—tiga tingkat di atas saya saat masih nyantri.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Saya masih ingat semangat dan kecerdasannya kala itu. Kini, beliau telah menyelesaikan studi S2 dan S3 di Universitas Moulay Ismail, Meknes, Maroko, yang juga merupakan kampus alma mater dari Ustaz Abdul Somad. Sebelumnya, beliau menyelesaikan studi S1 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kehadiran beliau menjadi inspirasi tersendiri, bukan hanya karena pencapaian akademiknya, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap pendidikan generasi muda.

Dalam perpisahan nanti, beliau akan menyampaikan materi bertajuk “Gen Z Qur’ani di Era AI: Antara Tantangan dan Peluang.” Tema ini sangat relevan dengan kondisi zaman. Kita hidup di era yang ditandai oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat, khususnya kecerdasan buatan (AI).

Di satu sisi, era ini membuka banyak peluang: akses ilmu yang luas, kemudahan komunikasi, serta pengembangan diri melalui berbagai platform digital. Namun di sisi lain, muncul tantangan besar, terutama dalam menjaga nilai-nilai keislaman, etika, dan integritas pribadi di tengah derasnya arus informasi.

Saya sangat berharap para santri dan alumni muda Ma’had Al Ittihad Al Islami dapat menjadi generasi Qur’ani yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi tetap kokoh dalam prinsip. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat dakwah dan sarana menebar kebaikan—bukan justru menjadi korban penyalahgunaan teknologi.

Melihat semua ini, saya semakin yakin bahwa Ma’had Al Ittihad Al Islami tidak sekadar mencetak santri yang paham agama, tetapi juga mempersiapkan kader umat yang mampu berperan aktif di berbagai bidang kehidupan. Pendidikan di pesantren ini tak hanya mengajarkan kitab kuning dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan hidup, wawasan global, dan ketangguhan karakter.

Semoga ke depan, Pondok Pesantren Al Ittihad Al Islami terus maju dan menebar manfaat ke mana pun para alumninya melangkah. Semoga nilai-nilai luhur yang diajarkan terus hidup dalam diri para santri dan menjadi cahaya di tengah masyarakat. Dan semoga acara perpisahan ini menjadi momen penuh berkah—bukan hanya sebagai penutup masa pendidikan, melainkan sebagai awal dari perjalanan menuju masa depan yang gemilang.

Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡